Batas Epistemologis Pendekatan Kebahasaan dan Normatif-Teologis dalam Penafsiran QS. Al-An‘am Ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf Karya Al-Zamakhsyari

Penelitian ini bertujuan menganalisis batas epistemologis pendekatan kebahasaan dan normatif-teologis dalam penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf karya Al-Zamakhsyari. Ayat tersebut membahas keterbatasan penglihatan manusia dalam menjangkau Allah Swt. serta menegaskan bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu. Kajian ini penting karena pemahaman ayat melibatkan analisis bahasa sekaligus pertimbangan teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer berupa Tafsir Al-Kasysyāf, khususnya penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103, sedangkan sumber sekunder berupa literatur ilmiah tentang karakteristik kebahasaan tafsir dan pemikiran teologis Al-Zamakhsyari. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi makna istilah al-baṣar, al-Laṭīf, dan al-Khabīr, menelaah argumentasi teologis dalam penafsiran, serta membandingkan kontribusi dan keterbatasan kedua pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Zamakhsyari memaknai ayat tersebut sebagai penegasan bahwa penglihatan hanya berkaitan dengan sesuatu yang berarah dan berbentuk, sedangkan Allah tersucikan dari sifat demikian. Pendekatan kebahasaan membantu menjelaskan makna istilah dan hubungan antarkata, sedangkan pendekatan normatif-teologis menerangkan implikasinya terhadap pemahaman sifat Allah. Perbedaan pemaknaan kata idrāk antara Al-Zamakhsyari dan Al-Rāzī menunjukkan bahwa analisis kebahasaan tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan teologis, sedangkan penalaran teologis perlu didukung pembacaan teks yang jelas agar kesimpulan tidak hanya bertumpu pada keyakinan awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan perlu digunakan secara proporsional dengan membedakan bukti kebahasaan dari penalaran teologis. Kesimpulan dibatasi pada satu ayat yang dikaji dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pemikiran atau metode penafsiran Al-Zamakhsyari.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research
Published
2026-11-04
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Batas Epistemologis Pendekatan Kebahasaan dan Normatif-Teologis dalam Penafsiran QS. Al-An‘am Ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf Karya Al-Zamakhsyari

M. Mahbubi, Tika Auliyadi Ghafirah, M Mahbubi Umro, Arika Zulfa Hannabilah et al.
ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research
Qur’anic Interpretation Studies
article

Batas Epistemologis Pendekatan Kebahasaan dan Normatif-Teologis dalam Penafsiran QS. Al-An‘am Ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf Karya Al-Zamakhsyari

M. Mahbubi, Tika Auliyadi Ghafirah, M Mahbubi Umro, Arika Zulfa Hannabilah, Arika Zulfa Hannabilah Umro, Tika Auliyadi Ghafirah Umro, Sakinah Amalia, Arika Zulfa, Tika Auliyadi, Sakinah Amalia
article en

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis batas epistemologis pendekatan kebahasaan dan normatif-teologis dalam penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf karya Al-Zamakhsyari. Ayat tersebut membahas keterbatasan penglihatan manusia dalam menjangkau Allah Swt. serta menegaskan bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu. Kajian ini penting karena pemahaman ayat melibatkan analisis bahasa sekaligus pertimbangan teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer berupa Tafsir Al-Kasysyāf, khususnya penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103, sedangkan sumber sekunder berupa literatur ilmiah tentang karakteristik kebahasaan tafsir dan pemikiran teologis Al-Zamakhsyari. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi makna istilah al-baṣar, al-Laṭīf, dan al-Khabīr, menelaah argumentasi teologis dalam penafsiran, serta membandingkan kontribusi dan keterbatasan kedua pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Zamakhsyari memaknai ayat tersebut sebagai penegasan bahwa penglihatan hanya berkaitan dengan sesuatu yang berarah dan berbentuk, sedangkan Allah tersucikan dari sifat demikian. Pendekatan kebahasaan membantu menjelaskan makna istilah dan hubungan antarkata, sedangkan pendekatan normatif-teologis menerangkan implikasinya terhadap pemahaman sifat Allah. Perbedaan pemaknaan kata idrāk antara Al-Zamakhsyari dan Al-Rāzī menunjukkan bahwa analisis kebahasaan tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan teologis, sedangkan penalaran teologis perlu didukung pembacaan teks yang jelas agar kesimpulan tidak hanya bertumpu pada keyakinan awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan perlu digunakan secara proporsional dengan membedakan bukti kebahasaan dari penalaran teologis. Kesimpulan dibatasi pada satu ayat yang dikaji dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pemikiran atau metode penafsiran Al-Zamakhsyari.

ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research
Universitas Nurul Jadid (ID)
Openalex Percentile: Top 8%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon