PANDANGAN KRITIS-LIBERATIF KARL MARX DAN ALI SYARIATI TENTANG AGAMA SERTA FUNGSINYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-MASYARAKAT

Penelitian ini menghadirkan dan mengkaji pandangan kritis-liberatif Karl Marx dan Ali Syariati tentang agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan (library research) dengan bertumpu pada karya-karya Marx dan Syariati. Dari pembacaan kritis terhadap agama, Marx dan Syariati memiliki tujuan yang sama, namun memberikan tawaran yang berbeda. Menurut Marx, agama adalah candu bagi masyarakat yang menjadi tanda keterasingan. Namun, di sisi lain, Marx melihat bahwa agama memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang menentang kekuasaan yang eksploitatif. Sedangkan bagi Syariati, agama tidak semestinya hanya memprioritaskan aspek spiritual dan moral yang hanya mementingkan kebutuhan individu belaka. Oleh sebab itu, seharusnya agama tidak hanya berhenti pada aspek spiritual-individual, lebih dari itu, agama harus menjadi pedoman pembebasan untuk melawan sistem kapitalisme dan kekuasaan yang menindas.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Published
2026-11-03
Primary Topic
Marxism and Critical Theory
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PANDANGAN KRITIS-LIBERATIF KARL MARX DAN ALI SYARIATI TENTANG AGAMA SERTA FUNGSINYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-MASYARAKAT

Dendy Wahyu Anugrah
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Marxism and Critical Theory
article

PANDANGAN KRITIS-LIBERATIF KARL MARX DAN ALI SYARIATI TENTANG AGAMA SERTA FUNGSINYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-MASYARAKAT

Dendy Wahyu Anugrah
article en

Abstract

Penelitian ini menghadirkan dan mengkaji pandangan kritis-liberatif Karl Marx dan Ali Syariati tentang agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan (library research) dengan bertumpu pada karya-karya Marx dan Syariati. Dari pembacaan kritis terhadap agama, Marx dan Syariati memiliki tujuan yang sama, namun memberikan tawaran yang berbeda. Menurut Marx, agama adalah candu bagi masyarakat yang menjadi tanda keterasingan. Namun, di sisi lain, Marx melihat bahwa agama memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang menentang kekuasaan yang eksploitatif. Sedangkan bagi Syariati, agama tidak semestinya hanya memprioritaskan aspek spiritual dan moral yang hanya mementingkan kebutuhan individu belaka. Oleh sebab itu, seharusnya agama tidak hanya berhenti pada aspek spiritual-individual, lebih dari itu, agama harus menjadi pedoman pembebasan untuk melawan sistem kapitalisme dan kekuasaan yang menindas.

AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Marxism and Critical Theory
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon