MEDIA SOSIAL DAN TRANSFORMASI PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA: NEGOSIASI IDENTITAS RELIGIUS DI RUANG DIGITAL

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi, interaksi sosial, dan pembentukan perilaku keagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga ruang baru bagi penyebaran pengetahuan agama, pembentukan identitas religius, serta reproduksi nilai-nilai sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial dalam membentuk perilaku keagamaan remaja, khususnya melalui konsumsi konten digital, interaksi virtual, dan intensitas penggunaan platform media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan remaja sebagai informan utama serta orang tua dan tokoh agama sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran agama informal yang memungkinkan remaja memperoleh pengetahuan keislaman melalui video dakwah, ceramah singkat, dan konten edukatif. Namun, proses internalisasi nilai agama berlangsung secara selektif dan dipengaruhi oleh daya tarik visual, bahasa, minat pengguna, serta rekomendasi algoritma platform. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan berpotensi menggeser prioritas ibadah, mengurangi perhatian terhadap interaksi sosial langsung, dan memunculkan persoalan etika komunikasi. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku keagamaan remaja terbentuk melalui negosiasi antara lingkungan digital, kontrol keluarga, dan pembinaan tokoh agama. Dengan demikian, media sosial tidak secara otomatis memperkuat atau melemahkan religiositas remaja, melainkan menjadi ruang sosial yang pengaruhnya bergantung pada pola penggunaan, kemampuan seleksi informasi, dan lingkungan pendampingan.

Authors

Publication Details

Journal
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Published
2026-11-03
Primary Topic
Media, Religion, Digital Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

MEDIA SOSIAL DAN TRANSFORMASI PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA: NEGOSIASI IDENTITAS RELIGIUS DI RUANG DIGITAL

Agus Kurniawan
AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Media, Religion, Digital Communication
article

MEDIA SOSIAL DAN TRANSFORMASI PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA: NEGOSIASI IDENTITAS RELIGIUS DI RUANG DIGITAL

Agus Kurniawan
article en

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi, interaksi sosial, dan pembentukan perilaku keagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga ruang baru bagi penyebaran pengetahuan agama, pembentukan identitas religius, serta reproduksi nilai-nilai sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial dalam membentuk perilaku keagamaan remaja, khususnya melalui konsumsi konten digital, interaksi virtual, dan intensitas penggunaan platform media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan remaja sebagai informan utama serta orang tua dan tokoh agama sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran agama informal yang memungkinkan remaja memperoleh pengetahuan keislaman melalui video dakwah, ceramah singkat, dan konten edukatif. Namun, proses internalisasi nilai agama berlangsung secara selektif dan dipengaruhi oleh daya tarik visual, bahasa, minat pengguna, serta rekomendasi algoritma platform. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan berpotensi menggeser prioritas ibadah, mengurangi perhatian terhadap interaksi sosial langsung, dan memunculkan persoalan etika komunikasi. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku keagamaan remaja terbentuk melalui negosiasi antara lingkungan digital, kontrol keluarga, dan pembinaan tokoh agama. Dengan demikian, media sosial tidak secara otomatis memperkuat atau melemahkan religiositas remaja, melainkan menjadi ruang sosial yang pengaruhnya bergantung pada pola penggunaan, kemampuan seleksi informasi, dan lingkungan pendampingan.

AT TAMKIN : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam dan Perubahan Sosial
Openalex Percentile: Top 3%
Media, Religion, Digital Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon