GADGET SEBAGAI PENGASUH KEDUA: STUDI TENTANG POLA PENGASUHAN DIGITAL ORANG TUA ANAK USIA DINI

The development of digital technology has significantly changed parenting patterns in modern families, particularly in early childhood care. Gadgets are no longer used solely as entertainment and learning media but have increasingly functioned as a “second caregiver” when parents have limited time to accompany their children. This study aims to analyze the phenomenon of gadgets as a “second caregiver” in the digital parenting patterns of parents with early childhood children. This research employed a qualitative approach using a case study method involving parents of early childhood children in Cianjur Regency. Data were collected through open-ended online questionnaires and analyzed using qualitative data analysis techniques, including coding, categorization, and theme identification. The findings revealed that gadgets are frequently used as tools to calm children, divert children’s attention, and assist parents in caregiving while handling other activities. The study also found a dilemma in digital parenting, where parents were aware of the negative impacts of excessive gadget use but continued to rely on gadgets for practical reasons. Excessive gadget use affects children’s behavior, social interaction, and emotional regulation. Therefore, parental supervision, assistance, and appropriate digital parenting practices are essential to ensure healthy gadget use that supports children’s optimal development. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola pengasuhan anak usia dini dalam keluarga modern. Gadget tidak lagi hanya digunakan sebagai media hiburan dan pembelajaran, tetapi mulai berfungsi sebagai “pengasuh kedua” ketika orangtua memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gadget sebagai “pengasuh kedua” dalam pola pengasuhan digital orangtua anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada orangtua yang memiliki anak usia dini di Kabupaten Cianjur. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket terbuka secara daring. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tahap coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget digunakan sebagai alat penenang anak, pengalihan aktivitas anak, serta media pengasuhan alternatif ketika orangtua sedang bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Penelitian juga menemukan adanya dilema pengasuhan digital, di mana orangtua menyadari dampak negatif gadget tetapi tetap menggunakannya karena alasan praktis. Penggunaan gadget yang berlebihan berdampak pada perubahan perilaku, interaksi sosial, dan regulasi emosi anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, pendampingan, serta penerapan digital parenting yang tepat agar penggunaan gadget tetap mendukung perkembangan anak secara optimal.

Authors

Publication Details

Journal
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Published
2026-11-04
DOI
https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.15741
Primary Topic
Child Development and Digital Technology
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

GADGET SEBAGAI PENGASUH KEDUA: STUDI TENTANG POLA PENGASUHAN DIGITAL ORANG TUA ANAK USIA DINI

Fatma Rizki Intan, Rista Erika, Tuti Firdayani, Muhammad Rizal Zaenulloh
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Child Development and Digital Technology
article

GADGET SEBAGAI PENGASUH KEDUA: STUDI TENTANG POLA PENGASUHAN DIGITAL ORANG TUA ANAK USIA DINI

Fatma Rizki Intan, Rista Erika, Tuti Firdayani, Muhammad Rizal Zaenulloh
article en

Abstract

The development of digital technology has significantly changed parenting patterns in modern families, particularly in early childhood care. Gadgets are no longer used solely as entertainment and learning media but have increasingly functioned as a “second caregiver” when parents have limited time to accompany their children. This study aims to analyze the phenomenon of gadgets as a “second caregiver” in the digital parenting patterns of parents with early childhood children. This research employed a qualitative approach using a case study method involving parents of early childhood children in Cianjur Regency. Data were collected through open-ended online questionnaires and analyzed using qualitative data analysis techniques, including coding, categorization, and theme identification. The findings revealed that gadgets are frequently used as tools to calm children, divert children’s attention, and assist parents in caregiving while handling other activities. The study also found a dilemma in digital parenting, where parents were aware of the negative impacts of excessive gadget use but continued to rely on gadgets for practical reasons. Excessive gadget use affects children’s behavior, social interaction, and emotional regulation. Therefore, parental supervision, assistance, and appropriate digital parenting practices are essential to ensure healthy gadget use that supports children’s optimal development. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola pengasuhan anak usia dini dalam keluarga modern. Gadget tidak lagi hanya digunakan sebagai media hiburan dan pembelajaran, tetapi mulai berfungsi sebagai “pengasuh kedua” ketika orangtua memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gadget sebagai “pengasuh kedua” dalam pola pengasuhan digital orangtua anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada orangtua yang memiliki anak usia dini di Kabupaten Cianjur. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket terbuka secara daring. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tahap coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget digunakan sebagai alat penenang anak, pengalihan aktivitas anak, serta media pengasuhan alternatif ketika orangtua sedang bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Penelitian juga menemukan adanya dilema pengasuhan digital, di mana orangtua menyadari dampak negatif gadget tetapi tetap menggunakannya karena alasan praktis. Penggunaan gadget yang berlebihan berdampak pada perubahan perilaku, interaksi sosial, dan regulasi emosi anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, pendampingan, serta penerapan digital parenting yang tepat agar penggunaan gadget tetap mendukung perkembangan anak secara optimal.

EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan KependidikanVol. 6(4)
Openalex Percentile: Top 8%
Child Development and Digital Technology
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon