PENERAPAN MANAJEMEN PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PADA TAHAP AWAL PEMBENTUKAN DI DUSUN CINANGLING, DESA CISAMPIH

Household waste management in rural areas requires an integrated system that connects community waste-sorting practices with an organized institutional framework. This community service initiative aimed to implement community-based waste bank management during the initial establishment phase in Cinangling Hamlet, Cisampih Village, Subang Regency. The program employed a participatory approach integrating field observations, educational socialization with environmental authorities, deliberative board formation, standard operating procedure (SOP) drafting, administrative instrument preparation, and client registration. The results showed the successful establishment of an official organizational structure, a comprehensive six-stage service SOP, client passbooks and master accounting ledgers, a bi-weekly operational schedule, and the registration of 35 households as prospective clients out of an initial target of 40 households (87.5% target achievement or 8.75% of the total 400 hamlet households). These outputs demonstrate solid institutional readiness and positive community reception during the inception phase. However, routine waste deposition, systematic weighing, and commercial transactions have not yet commenced at this stage, meaning that direct economic benefits and actual environmental waste reduction volumes cannot yet be quantitatively measured. ABSTRAK Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan memerlukan sistem terpadu yang mampu mengorganisasi kebiasaan pemilahan warga ke dalam wadah kelembagaan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan tata kelola manajemen bank sampah berbasis masyarakat pada tahap awal pembentukan di Dusun Cinangling, Desa Cisampih, Kabupaten Subang. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan observasi lapangan, sosialisasi bersama instansi lingkungan hidup, musyawarah pembentukan pengurus, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), perancangan administrasi, dan pendaftaran calon nasabah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya struktur kepengurusan resmi, tersusunnya dokumen SOP pelayanan enam tahapan, tersedianya buku tabungan serta buku kas induk, tersusunnya jadwal operasional dwimingguan, dan terdaftarnya 35 kepala keluarga (KK) sebagai calon nasabah dari target awal 40 KK (ketercapaian target 87,5% atau 8,75% dari total 400 KK dusun). Capaian tersebut membuktikan kesiapan fondasi kelembagaan dan tingginya respons awal penerimaan masyarakat terhadap program. Namun demikian, kegiatan penyetoran, penimbangan, dan transaksi penjualan rutin belum berlangsung pada tahap ini, sehingga dampak ekonomi langsung dan volume pengurangan timbulan sampah lingkungan belum dapat diukur secara kuantitatif.

Authors

Publication Details

Journal
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2026-11-05
DOI
https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16528
Primary Topic
Waste Management and Recycling
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENERAPAN MANAJEMEN PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PADA TAHAP AWAL PEMBENTUKAN DI DUSUN CINANGLING, DESA CISAMPIH

Salman Alfarisi, Ade Suparman, Gita Sri Rahayu, Rifki Rukman Nulhakim et al.
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Waste Management and Recycling
article

PENERAPAN MANAJEMEN PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PADA TAHAP AWAL PEMBENTUKAN DI DUSUN CINANGLING, DESA CISAMPIH

Salman Alfarisi, Ade Suparman, Gita Sri Rahayu, Rifki Rukman Nulhakim, Randy Tresna Sejati, Rinaldi Agustian Hermawan, Regi Fadilah, Muhammad Rafly Destian, Nuri Mustika Wulandari
article en

Abstract

Household waste management in rural areas requires an integrated system that connects community waste-sorting practices with an organized institutional framework. This community service initiative aimed to implement community-based waste bank management during the initial establishment phase in Cinangling Hamlet, Cisampih Village, Subang Regency. The program employed a participatory approach integrating field observations, educational socialization with environmental authorities, deliberative board formation, standard operating procedure (SOP) drafting, administrative instrument preparation, and client registration. The results showed the successful establishment of an official organizational structure, a comprehensive six-stage service SOP, client passbooks and master accounting ledgers, a bi-weekly operational schedule, and the registration of 35 households as prospective clients out of an initial target of 40 households (87.5% target achievement or 8.75% of the total 400 hamlet households). These outputs demonstrate solid institutional readiness and positive community reception during the inception phase. However, routine waste deposition, systematic weighing, and commercial transactions have not yet commenced at this stage, meaning that direct economic benefits and actual environmental waste reduction volumes cannot yet be quantitatively measured. ABSTRAK Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan memerlukan sistem terpadu yang mampu mengorganisasi kebiasaan pemilahan warga ke dalam wadah kelembagaan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan tata kelola manajemen bank sampah berbasis masyarakat pada tahap awal pembentukan di Dusun Cinangling, Desa Cisampih, Kabupaten Subang. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan observasi lapangan, sosialisasi bersama instansi lingkungan hidup, musyawarah pembentukan pengurus, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), perancangan administrasi, dan pendaftaran calon nasabah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya struktur kepengurusan resmi, tersusunnya dokumen SOP pelayanan enam tahapan, tersedianya buku tabungan serta buku kas induk, tersusunnya jadwal operasional dwimingguan, dan terdaftarnya 35 kepala keluarga (KK) sebagai calon nasabah dari target awal 40 KK (ketercapaian target 87,5% atau 8,75% dari total 400 KK dusun). Capaian tersebut membuktikan kesiapan fondasi kelembagaan dan tingginya respons awal penerimaan masyarakat terhadap program. Namun demikian, kegiatan penyetoran, penimbangan, dan transaksi penjualan rutin belum berlangsung pada tahap ini, sehingga dampak ekonomi langsung dan volume pengurangan timbulan sampah lingkungan belum dapat diukur secara kuantitatif.

COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 7(1)
Openalex Percentile: Top 14%
Waste Management and Recycling
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon