PEMBERDAYAAN SISWA DALAM MENGENALI DAN MENGELOLA KECEMASAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN STRATEGI PENGELOLAAN KECEMASAN SECARA MANDIRI

Anxiety is a prevalent mental health concern that frequently disrupts adolescents' academic focus, emotional stability, and social interactions within school environments. Preliminary observations at SMP Arroudhoh Baturetno, Singosari District, Malang Regency, identified symptoms of nervousness during class presentations, excessive test anxiety, and an inability to alleviate somatic tension. This community service project aimed to enhance students' capacity to identify anxiety cues and practice self-regulation skills through participatory psychoeducation and group activity techniques. A descriptive-evaluative design utilizing a pre-test and post-test framework was implemented with 32 purposively selected eighth-grade students. The program comprised needs assessment, baseline evaluation, interactive lectures, deep breathing and grounding demonstrations, small-group guided practice, and post-intervention assessment. The results demonstrated an increase in mean knowledge scores from 58% to 84%, with students achieving good knowledge rising from 31.3% to 87.5%. Behavioral observation revealed that the ability to identify anxiety cues rose from 37.5% to 90.6%, correct execution of relaxation techniques increased from 21.9% to 84.4%, and independent practice capacity escalated from 18.8% to 81.3%. Health education combined with active simulation proves effective in empowering students to independently mitigate situational anxiety as a sustainable school-based mental health preventive strategy. ABSTRAK Kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental yang kerap mengganggu konsentrasi belajar, kestabilan emosi, dan interaksi sosial remaja di lingkungan sekolah. Observasi awal di SMP Arroudhoh Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menemukan fenomena kegugupan saat berbicara di depan kelas, kekhawatiran berlebih terhadap ujian, dan ketidaktahuan siswa dalam meredakan ketegangan fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas siswa dalam mengenali tanda kecemasan serta mempraktikkan keterampilan regulasi emosi mandiri melalui pendekatan edukasi partisipatif dan aktivitas kelompok. Metode pelaksanaan menggunakan desain deskriptif evaluatif dengan pendekatan sebelum dan sesudah kegiatan (pre-test dan post-test) pada 32 siswa kelas VIII yang dipilih secara terarah. Rangkaian kegiatan terdiri atas identifikasi kebutuhan, pengukuran awal, penyampaian materi interaktif, demonstrasi teknik relaksasi napas dalam dan grounding, latihan terbimbing dalam kelompok kecil, serta evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan kenaikan skor rata-rata pengetahuan dari 58% menjadi 84%, dengan proporsi kategori baik melonjak dari 31,3% menjadi 87,5%. Keterampilan siswa dalam mengenali tanda kecemasan meningkat dari 37,5% menjadi 90,6%, keterampilan teknik relaksasi meningkat dari 21,9% menjadi 84,4%, dan kemandirian latihan meningkat dari 18,8% menjadi 81,3%. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan simulasi langsung terbukti efektif memperkuat pemberdayaan siswa dalam mengelola kecemasan sehari-hari secara mandiri sebagai bentuk intervensi preventif kesehatan mental di sekolah.

Authors

Publication Details

Journal
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2026-11-05
DOI
https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16535
Primary Topic
Student Stress and Coping
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PEMBERDAYAAN SISWA DALAM MENGENALI DAN MENGELOLA KECEMASAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN STRATEGI PENGELOLAAN KECEMASAN SECARA MANDIRI

Nurul Hidayah, Agus Setyo Utomo, Abdul Hanan, Marsaid Marsaid et al.
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Student Stress and Coping
article

PEMBERDAYAAN SISWA DALAM MENGENALI DAN MENGELOLA KECEMASAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN STRATEGI PENGELOLAAN KECEMASAN SECARA MANDIRI

Nurul Hidayah, Agus Setyo Utomo, Abdul Hanan, Marsaid Marsaid, Eddi Sujarwo
article en

Abstract

Anxiety is a prevalent mental health concern that frequently disrupts adolescents' academic focus, emotional stability, and social interactions within school environments. Preliminary observations at SMP Arroudhoh Baturetno, Singosari District, Malang Regency, identified symptoms of nervousness during class presentations, excessive test anxiety, and an inability to alleviate somatic tension. This community service project aimed to enhance students' capacity to identify anxiety cues and practice self-regulation skills through participatory psychoeducation and group activity techniques. A descriptive-evaluative design utilizing a pre-test and post-test framework was implemented with 32 purposively selected eighth-grade students. The program comprised needs assessment, baseline evaluation, interactive lectures, deep breathing and grounding demonstrations, small-group guided practice, and post-intervention assessment. The results demonstrated an increase in mean knowledge scores from 58% to 84%, with students achieving good knowledge rising from 31.3% to 87.5%. Behavioral observation revealed that the ability to identify anxiety cues rose from 37.5% to 90.6%, correct execution of relaxation techniques increased from 21.9% to 84.4%, and independent practice capacity escalated from 18.8% to 81.3%. Health education combined with active simulation proves effective in empowering students to independently mitigate situational anxiety as a sustainable school-based mental health preventive strategy. ABSTRAK Kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental yang kerap mengganggu konsentrasi belajar, kestabilan emosi, dan interaksi sosial remaja di lingkungan sekolah. Observasi awal di SMP Arroudhoh Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menemukan fenomena kegugupan saat berbicara di depan kelas, kekhawatiran berlebih terhadap ujian, dan ketidaktahuan siswa dalam meredakan ketegangan fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas siswa dalam mengenali tanda kecemasan serta mempraktikkan keterampilan regulasi emosi mandiri melalui pendekatan edukasi partisipatif dan aktivitas kelompok. Metode pelaksanaan menggunakan desain deskriptif evaluatif dengan pendekatan sebelum dan sesudah kegiatan (pre-test dan post-test) pada 32 siswa kelas VIII yang dipilih secara terarah. Rangkaian kegiatan terdiri atas identifikasi kebutuhan, pengukuran awal, penyampaian materi interaktif, demonstrasi teknik relaksasi napas dalam dan grounding, latihan terbimbing dalam kelompok kecil, serta evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan kenaikan skor rata-rata pengetahuan dari 58% menjadi 84%, dengan proporsi kategori baik melonjak dari 31,3% menjadi 87,5%. Keterampilan siswa dalam mengenali tanda kecemasan meningkat dari 37,5% menjadi 90,6%, keterampilan teknik relaksasi meningkat dari 21,9% menjadi 84,4%, dan kemandirian latihan meningkat dari 18,8% menjadi 81,3%. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan simulasi langsung terbukti efektif memperkuat pemberdayaan siswa dalam mengelola kecemasan sehari-hari secara mandiri sebagai bentuk intervensi preventif kesehatan mental di sekolah.

COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 7(1)
Openalex Percentile: Top 8%
Student Stress and Coping
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon