MANAJEMEN PEMBELAJARAN TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS INDUSTRI UNTUK MENDUKUNG PENYERAPAN LULUSAN
Industry-based learning requires management that connects competency needs, learning experiences, and evaluation. This study examines the management of industry-based learning in Computer Networking and Telecommunications Engineering (TJKT) to support graduate preparation and employment. It adopts a qualitative multisite case study at SMK Plus Ashabulyamin and SMK Assuyuthiyyah in Cianjur Regency, Indonesia. Data collection comprised semi-structured interviews, observations, and document review. Thematic analysis followed the plan–do–check–act (PDCA) framework and included cross-site comparisons. Source and method triangulation, alongside participant confirmation, supported trustworthiness. Findings identify curriculum alignment, vocational practice, project-based learning, workplace placements, competency assessment, and priorities for program improvement. SMK Plus Ashabulyamin emphasizes technical competencies and work culture, while SMK Assuyuthiyyah places additional emphasis on character, independence, and entrepreneurship. The analytical synthesis positions the traceability of improvement decisions as a connection between PDCA stages. However, limited documentation of follow-up actions and graduate outcomes prevents conclusions about management effectiveness in improving graduate employment. The study concludes that schools need stronger connections between competency evaluation, school–industry coordination, and graduate tracking to inform instructional improvement. ABSTRAK Pembelajaran berbasis industri memerlukan pengelolaan yang menghubungkan kebutuhan kompetensi, pengalaman belajar, dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) berbasis industri untuk mendukung penyiapan dan penyerapan lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus di SMK Plus Ashabulyamin dan SMK Assuyuthiyyah, Kabupaten Cianjur. Pengumpulan data mencakup wawancara semiterstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Analisis tematik menggunakan kerangka plan–do–check–act (PDCA), dilanjutkan dengan perbandingan antarsitus. Pemeriksaan keabsahan data mencakup triangulasi sumber dan teknik serta konfirmasi kepada informan. Hasil penelitian mengidentifikasi penyelarasan kurikulum, praktik kejuruan, pembelajaran berbasis proyek, praktik kerja lapangan, penilaian kompetensi, dan arah perbaikan program. SMK Plus Ashabulyamin menekankan kompetensi teknis dan budaya kerja, sedangkan SMK Assuyuthiyyah memberikan penekanan tambahan pada karakter, kemandirian, dan kewirausahaan. Sintesis analitis menempatkan keterlacakan keputusan perbaikan sebagai penghubung antartahap PDCA. Namun, keterbatasan dokumentasi tindak lanjut dan data lulusan belum memungkinkan penilaian efektivitas pengelolaan terhadap penyerapan lulusan. Penelitian menyimpulkan perlunya memperkuat hubungan antara evaluasi kompetensi, koordinasi sekolah dengan industri, dan penelusuran lulusan sebagai dasar perbaikan pembelajaran.
Authors
- Nandang Koswara
- Suhendi Hanan Aziz
Publication Details
- Journal
- EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Published
- 2026-11-04
- DOI
- https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.15701
- Primary Topic
- Vocational and Entrepreneurial Education
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00