PERAN BOARDING SCHOOL DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN DAN RELIGIUS SISWA MTS NEGERI BLORA
The boarding school program provided an educational environment that supported character development through habituation in students’ daily lives. This study aimed to analyze the role of the boarding school program in developing students’ disciplinary and religious character at MTs Negeri Blora. The study employed a descriptive qualitative approach involving six informants: the boarding school head, two teachers, and three students. Data were collected through in-depth interviews and documentation and were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The findings showed that character development occurred through structured activities, habituation, supervision, mentoring, coordination, and educators’ role modeling. Disciplinary character developed through habits of managing time, following rules, completing tasks, maintaining cleanliness, and taking responsibility for personal needs. Religious character developed through habituation in worship, Qur’anic memorization, religious activities, and the application of religious values in speech and social behavior. The process took place gradually; new students required an adaptation period, while students who had participated in the program longer demonstrated stronger independence. The study showed that the boarding school program served as an environment that supported the internalization of disciplinary and religious character through consistent practices in students’ daily lives. ABSTRAK Program boarding school menyediakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan pembentukan karakter berlangsung melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program boarding school dalam membentuk karakter disiplin dan religius siswa di MTs Negeri Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan enam informan yang terdiri atas kepala boarding school, dua guru, dan tiga siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui sistem kegiatan yang terstruktur, pembiasaan, pengawasan, pendampingan, koordinasi, dan keteladanan pendidik. Karakter disiplin berkembang melalui kebiasaan mengatur waktu, menaati aturan, menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi. Karakter religius berkembang melalui pembiasaan ibadah, tahfiz Al-Qur’an, kegiatan keagamaan, serta penerapan nilai religius dalam tutur kata dan perilaku sosial. Proses tersebut berlangsung bertahap; siswa baru membutuhkan masa adaptasi, sedangkan siswa yang lebih lama mengikuti program menunjukkan kemandirian yang lebih kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa boarding school berperan sebagai lingkungan yang mendukung internalisasi karakter disiplin dan religius melalui praktik yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Authors
- Muhammad Syaiful (ORCID: https://orcid.org/0009-0006-8792-3343)
- Soffi Sholikatun
Publication Details
- Journal
- EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Published
- 2026-11-04
- DOI
- https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16102
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00