EFEKTIVITAS MODEL SIMULATION BASED LEARNING BERBASIS APLIKASI ELEKTRO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN
Problem-solving ability is a crucial competency in electrical engineering education; however, conventional instructional models frequently fail to bridge abstract concepts with authentic laboratory practices. This study aims to examine the effectiveness of a simulation-based learning (SBL) model integrated with electrical software (such as Proteus, Multisim, and Electrical Control Techniques Simulator) in enhancing undergraduate students' problem-solving skills. Employing a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design, this study involved 60 undergraduate students divided equally into an experimental class taught using software-based SBL and a control class instructed via conventional module jobsheets in a physical laboratory. Data were collected using a validated problem-solving achievement test and subsequently evaluated using independent sample t-tests and normalized gain (N-gain) formulas. The statistical findings demonstrated a significant difference in posttest problem-solving outcomes between the two cohorts (t = 9.531; p < 0.05). The experimental group exhibited substantial problem-solving growth, achieving a high-category mean N-gain of 0.71, whereas the control group only attained a moderate-category mean N-gain of 0.42. The software-based SBL model proved effective in supplying an interactive visualization environment that allows students to experiment freely without fear of hardware damage, thereby systematically consolidating their diagnostic reasoning and analytical problem-solving competencies. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi krusial dalam pendidikan teknik elektro, namun model pembelajaran konvensional sering kali gagal menjembatani teori abstrak dengan aplikasi praktis di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model simulation-based learning (SBL) yang diintegrasikan dengan aplikasi elektro (Proteus, Multisim, dan Electrical Control Techniques Simulator) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design, penelitian ini melibatkan 60 mahasiswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dengan model SBL berbasis aplikasi elektro dan kelas kontrol dengan model konvensional berbasis jobsheet modul di laboratorium fisik. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang divalidasi dan dianalisis menggunakan uji independent sample t-test serta skor normalized gain (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan capaian kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai t=9,531 (p<0,05). Kelas eksperimen mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dengan rata-rata skor N-gain sebesar 0,71, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai peningkatan berkategori sedang dengan rata-rata skor N-gain sebesar 0,42. Model SBL berbasis aplikasi elektro terbukti efektif memfasilitasi visualisasi interaktif dan ruang eksplorasi yang aman dari risiko kerusakan alat, sehingga memperkuat tahapan penalaran analitis mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan kelistrikan.
Authors
- Ridwan Ridwan
Publication Details
- Journal
- EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Published
- 2026-11-04
- DOI
- https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16504
- Primary Topic
- Experimental Learning in Engineering
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00