PENGUATAN EKONOMI LOKAL MELALUI EDUKASI MANAJEMEN USAHA DAN PEMASARAN DIGITAL PADA BUMDES AGRIBISNIS BUDIDAYA CABAI DAN PETERNAKAN ITIK DI DESA MA’RUMPA KABUPATEN MAROS
Marumpa Village in Maros Regency possesses agribusiness potential in chili cultivation and duck farming managed by Village-Owned Enterprises (BUMDes), yet its contribution to the local economy remains sub-optimal. The primary constraints stem from managerial limitations, absence of separated financial records, and lack of digital channels to reduce dependency on local middlemen. This community service program aimed to enhance business governance, facilitate digital marketing adoption, and formulate an institutional strengthening action plan. The initiative was conducted from July 12 to July 26, 2025, engaging 25 participants comprising BUMDes management, village officials, and representatives of farming and livestock groups. The participatory intervention integrated focus group discussions (FGD), interactive socialization, and intensive technical mentoring across four sessions totaling 16 instructional hours. Evaluation was measured through pre-test and post-test instruments consisting of 20 multiple-choice questions assessing four competency domains. The empirical evaluation revealed a 38.70% increase in participants' average comprehension, ascending from an initial baseline score of 49.60 to 88.30 upon completion. Tangible program deliverables included standardized simple cash bookkeeping templates, formalized organizational task allocations, official social media business profiles, and the publication of five digital promotional catalogs. These immediate educational outputs establish the operational foundation required to support sales growth and foster long-term community economic resilience. ABSTRAK Desa Marumpa di Kabupaten Maros memiliki potensi agribisnis budidaya cabai dan peternakan itik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun kontribusinya terhadap ekonomi lokal belum optimal. Kendala utama bersumber dari keterbatasan kapasitas manajerial pengurus, ketiadaan pencatatan kas terpisah, serta belum dimanfaatkannya kanal digital untuk memutus ketergantungan pada tengkulak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi tata kelola usaha, memfasilitasi integrasi pemasaran digital, serta menyusun rencana aksi penguatan kelembagaan BUMDes. Program dilaksanakan pada 12–26 Juli 2025 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pengurus BUMDes, aparatur desa, serta perwakilan kelompok tani dan ternak. Metode pelaksanaan mencakup focus group discussion (FGD), sosialisasi interaktif, dan pendampingan teknis intensif selama empat pertemuan berdurasi total 16 jam. Evaluasi hasil dilakukan menggunakan instrumen tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) 20 butir pilihan ganda yang mengukur empat indikator kompetensi. Hasil evaluasi terukur memperlihatkan kenaikan rata-rata nilai pemahaman peserta sebesar 38,70%, yakni dari skor awal 49,60 meningkat menjadi 88,30 pada akhir kegiatan. Luaran riil program berupa tersusunnya pembukuan kas sederhana berbasis spreadsheet, penetapan struktur unit kerja BUMDes, peluncuran akun promosi media sosial, serta penerbitan lima konten katalog digital. Capaian kognitif dan luaran manajerial ini menjadi fondasi awal yang secara potensial dapat mendorong peningkatan penjualan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Authors
- Nur Apriyani
- Ibrahim Syah
- Yusra Nginang
- Adrianah Adrianah
- Armada Arfan
Publication Details
- Journal
- COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Published
- 2026-11-05
- DOI
- https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16531
- Primary Topic
- SMEs Development and Digital Marketing
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00