MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU DISIPLIN SISWA DI SMP NEGERI 3 KARANGMONCOL

The cultivation of disciplined student character represents a primary cornerstone in enhancing educational quality and institutional learning climates within junior high schools. Resource limitations and geographical hurdles frequently present substantial barriers to embedding positive behavioral habituation consistently. This study aims to analyze the educational management at SMP Negeri 3 Karangmoncol in cultivating a disciplined quality culture among students, identify the supporting and inhibiting factors, and formulate strengthening strategies. Employing a qualitative descriptive case study design, data were collected through in-depth interviews, passive participatory observations, and documentary reviews. Research informants were purposively selected, consisting of the school principal, teachers, and student representatives. Data analysis was executed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing verified by source and methodological triangulation. The findings revealed that school management has systematically integrated disciplinary habituation through the School Operational Curriculum (KOSP), Islamic-characterized school programs, child-friendly schooling, and the Pancasila Learner Profile. Supporting factors encompass the principal's transformational leadership commitment, exemplary teacher behaviors, and cross-sectoral community partnerships, whereas inhibiting factors include inadequate computer-to-student ratios, deficient sports infrastructure, and insufficient parental oversight at home. The study concludes that habituation-based management combined with consistent role modeling effectively fosters a sustainable disciplined quality culture within rural school environments. ABSTRAK Pengembangan karakter disiplin merupakan fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan iklim belajar di sekolah menengah pertama. Keterbatasan sarana penunjang dan tantangan geografis sering kali menjadi kendala dalam menanamkan pembiasaan positif peserta didik secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen lembaga pendidikan di SMP Negeri 3 Karangmoncol dalam mengembangkan budaya mutu disiplin siswa, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta merumuskan strategi penguatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan telaah dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposif yang meliputi kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah telah mengintegrasikan pembiasaan disiplin melalui penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), program unggulan sekolah berkarakter Islami, sekolah ramah anak, dan Profil Pelajar Pancasila. Faktor pendukung implementasi mencakup komitmen kepemimpinan kepala sekolah, keteladanan guru, dan kemitraan lintas sektoral, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan rasio komputer, minimnya sarana olahraga, dan kurangnya pendampingan orang tua di rumah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen berbasis pembiasaan terpadu dan keteladanan efektif membentuk budaya mutu disiplin siswa di lingkungan sekolah perdesaan.

Authors

Publication Details

Journal
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Published
2026-11-04
DOI
https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16495
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU DISIPLIN SISWA DI SMP NEGERI 3 KARANGMONCOL

Nurfuadi Nurfuadi, Kanthi Tri Setyawati
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Education and Character Development
article

MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU DISIPLIN SISWA DI SMP NEGERI 3 KARANGMONCOL

Nurfuadi Nurfuadi, Kanthi Tri Setyawati
article en

Abstract

The cultivation of disciplined student character represents a primary cornerstone in enhancing educational quality and institutional learning climates within junior high schools. Resource limitations and geographical hurdles frequently present substantial barriers to embedding positive behavioral habituation consistently. This study aims to analyze the educational management at SMP Negeri 3 Karangmoncol in cultivating a disciplined quality culture among students, identify the supporting and inhibiting factors, and formulate strengthening strategies. Employing a qualitative descriptive case study design, data were collected through in-depth interviews, passive participatory observations, and documentary reviews. Research informants were purposively selected, consisting of the school principal, teachers, and student representatives. Data analysis was executed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing verified by source and methodological triangulation. The findings revealed that school management has systematically integrated disciplinary habituation through the School Operational Curriculum (KOSP), Islamic-characterized school programs, child-friendly schooling, and the Pancasila Learner Profile. Supporting factors encompass the principal's transformational leadership commitment, exemplary teacher behaviors, and cross-sectoral community partnerships, whereas inhibiting factors include inadequate computer-to-student ratios, deficient sports infrastructure, and insufficient parental oversight at home. The study concludes that habituation-based management combined with consistent role modeling effectively fosters a sustainable disciplined quality culture within rural school environments. ABSTRAK Pengembangan karakter disiplin merupakan fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan iklim belajar di sekolah menengah pertama. Keterbatasan sarana penunjang dan tantangan geografis sering kali menjadi kendala dalam menanamkan pembiasaan positif peserta didik secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen lembaga pendidikan di SMP Negeri 3 Karangmoncol dalam mengembangkan budaya mutu disiplin siswa, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta merumuskan strategi penguatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan telaah dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposif yang meliputi kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah telah mengintegrasikan pembiasaan disiplin melalui penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), program unggulan sekolah berkarakter Islami, sekolah ramah anak, dan Profil Pelajar Pancasila. Faktor pendukung implementasi mencakup komitmen kepemimpinan kepala sekolah, keteladanan guru, dan kemitraan lintas sektoral, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan rasio komputer, minimnya sarana olahraga, dan kurangnya pendampingan orang tua di rumah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen berbasis pembiasaan terpadu dan keteladanan efektif membentuk budaya mutu disiplin siswa di lingkungan sekolah perdesaan.

EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan KependidikanVol. 6(4)
Openalex Percentile: Top 8%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon