DARI PENDAMPINGAN MENUJU KEMANDIRIAN: PENGUATAN KELEMBAGAAN BUM DESA “ARGO MAJU SEJAHTERA” MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS ASET
Village-Owned Enterprises (BUMDes) frequently confront institutional capacity deficits despite possessing abundant rural endowments. This community service project documents the institutional strengthening of BUMDes "Argo Maju Sejahtera" in Argoyuwono Village, Ampelgading District, Malang Regency. The partner's foundational problem stemmed from three dormant business pilots and unmanaged manure generated by 15,240 goats across the village. The intervention applied the Asset-Based Community Development (ABCD) framework operationalized across five cyclical phases (discovery, dream, design, define, and destiny). Participatory methods engaged 28 key stakeholders representing the village administration, BUMDes executives, and local livestock farmer groups through four Focus Group Discussions (FGD) and business simulation clinics. Tangible outputs comprised a validated feasibility study for a goat-manure organic fertilizer unit projecting an operating profit of IDR 5,000,000 per production cycle, formalized organizational job allocations, and ratified Standard Operating Procedures (SOP) governing operational and financial controls. This initiative demonstrates that an asset-based paradigm successfully shifts community mindsets from external dependency to internal resource valorization. ABSTRAK Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) kerap menghadapi persoalan klasik berupa melimpahnya potensi sumber daya alam yang belum diimbangi kapasitas kelembagaan memadai. Pengabdian masyarakat ini mendokumentasikan pendampingan penguatan kelembagaan BUM Desa “Argo Maju Sejahtera” di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Permasalahan utama mitra bersumber dari tiga unit rintisan usaha yang mandek akibat nihilnya tata kelola dan belum termanfaatkannya limbah kotoran dari 15.240 ekor kambing. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang dioperasionalkan melalui lima tahapan siklikal (discovery, dream, design, define, dan destiny). Metode intervensi dilaksanakan secara partisipatif melalui empat kali Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi usaha terpadu dengan melibatkan 28 peserta dari unsur pemerintah desa, pengurus BUM Desa, serta kelompok peternak. Luaran konkret kegiatan meliputi dokumen uji kelayakan unit usaha pupuk organik kotoran hewan (KOHE) dengan proyeksi laba Rp5.000.000 per siklus panen, penetapan struktur organisasi unit usaha, dan pengesahan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) produksi serta keuangan. Hasil kegiatan menegaskan bahwa pendampingan berbasis aset efektif mereorientasi pola pikir warga dari ketergantungan bantuan luar menuju pemanfaatan potensi internal secara terorganisasi.
Authors
- Arief Budi Nugroho (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-7053-8266)
- Dhanny Septimawan Sutopo (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-6885-0410)
- Anif F. Chawa
Publication Details
- Journal
- COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Published
- 2026-11-05
- DOI
- https://doi.org/10.51878/community.v7i1.15403
- Primary Topic
- Local Governance and Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00