DZIKIR DAN MUDZAKARAH DALAM PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN SPIRITUAL

Modern spiritual education frequently encounters formidable challenges characterized by existential vacuums and dehumanization resulting from an overemphasis on cognitive intellect detached from core religious values. This reductionist trajectory necessitates a holistic pedagogical framework capable of guiding students' inner moral grounding. This study aims to analyze the pivotal roles of dhikr and mudhakarah within the structural framework of spiritual education and development. Employing a descriptive qualitative design rooted in library research, this investigation executed a content analysis of classical Sufi treatises, Islamic psychological paradigms, and contemporary religious education literature. The findings demonstrate that the integration of dhikr as an interior spiritual purification method (tazkiyat al-nafs) and mudhakarah as an intellectual-reflective dialectic produces a holistic learning paradigm. Dhikr functions to tranquillize the soul, cleanse the heart from internal maladies, and foster continuous divine awareness. Concurrently, mudhakarah translates theological comprehension into reflective social consciousness and communal spiritual problem-solving. This study implies that spiritual cultivation grounded in dhikr and mudhakarah is highly relevant for implementation across modern educational institutions to nurture students who possess academic excellence alongside emotional and spiritual maturity. ABSTRAK Pendidikan spiritual modern sering kali menghadapi tantangan berupa krisis eksistensial dan dehumanisasi akibat dominasi kecerdasan intelektual yang terpisah dari nilai-nilai keagamaan. Orientasi pendidikan yang reduksionis tersebut menuntut hadirnya strategi pembinaan jiwa yang terpadu guna membimbing moral dan kepribadian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zikir dan mudzakarah dalam kerangka pendidikan dan pembinaan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi terhadap teks-teks klasik tasawuf, psikologi Islam, dan pendidikan keagamaan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara zikir sebagai bentuk pembinaan interioritas spiritual (tazkiyatun nafs) dan mudzakarah sebagai sarana dialektika-reflektif intelektual memunculkan paradigma pembelajaran holistik. Zikir berperan menenangkan jiwa, menyucikan kalbu dari kotoran batin, dan meningkatkan kesadaran ilahiah. Sementara itu, mudzakarah mentransformasikan pemahaman teologis menjadi kesadaran reflektif dan pemecahan masalah spiritual kolektif. Implikasi dari penelitian ini mempertegas bahwa pembinaan spiritual berbasis zikir dan mudzakarah sangat relevan untuk diimplementasikan dalam lembaga pendidikan guna membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Published
2026-11-04
DOI
https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16516
Primary Topic
Education and Islamic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

DZIKIR DAN MUDZAKARAH DALAM PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN SPIRITUAL

Amirudin Amirudin, Agus Susanti, Ainal Gani, Muhammad Akmansyah
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Education and Islamic Studies
article

DZIKIR DAN MUDZAKARAH DALAM PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN SPIRITUAL

Amirudin Amirudin, Agus Susanti, Ainal Gani, Muhammad Akmansyah
article en

Abstract

Modern spiritual education frequently encounters formidable challenges characterized by existential vacuums and dehumanization resulting from an overemphasis on cognitive intellect detached from core religious values. This reductionist trajectory necessitates a holistic pedagogical framework capable of guiding students' inner moral grounding. This study aims to analyze the pivotal roles of dhikr and mudhakarah within the structural framework of spiritual education and development. Employing a descriptive qualitative design rooted in library research, this investigation executed a content analysis of classical Sufi treatises, Islamic psychological paradigms, and contemporary religious education literature. The findings demonstrate that the integration of dhikr as an interior spiritual purification method (tazkiyat al-nafs) and mudhakarah as an intellectual-reflective dialectic produces a holistic learning paradigm. Dhikr functions to tranquillize the soul, cleanse the heart from internal maladies, and foster continuous divine awareness. Concurrently, mudhakarah translates theological comprehension into reflective social consciousness and communal spiritual problem-solving. This study implies that spiritual cultivation grounded in dhikr and mudhakarah is highly relevant for implementation across modern educational institutions to nurture students who possess academic excellence alongside emotional and spiritual maturity. ABSTRAK Pendidikan spiritual modern sering kali menghadapi tantangan berupa krisis eksistensial dan dehumanisasi akibat dominasi kecerdasan intelektual yang terpisah dari nilai-nilai keagamaan. Orientasi pendidikan yang reduksionis tersebut menuntut hadirnya strategi pembinaan jiwa yang terpadu guna membimbing moral dan kepribadian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zikir dan mudzakarah dalam kerangka pendidikan dan pembinaan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi terhadap teks-teks klasik tasawuf, psikologi Islam, dan pendidikan keagamaan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara zikir sebagai bentuk pembinaan interioritas spiritual (tazkiyatun nafs) dan mudzakarah sebagai sarana dialektika-reflektif intelektual memunculkan paradigma pembelajaran holistik. Zikir berperan menenangkan jiwa, menyucikan kalbu dari kotoran batin, dan meningkatkan kesadaran ilahiah. Sementara itu, mudzakarah mentransformasikan pemahaman teologis menjadi kesadaran reflektif dan pemecahan masalah spiritual kolektif. Implikasi dari penelitian ini mempertegas bahwa pembinaan spiritual berbasis zikir dan mudzakarah sangat relevan untuk diimplementasikan dalam lembaga pendidikan guna membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan KependidikanVol. 6(4)
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (ID)
Openalex Percentile: Top 8%
Education and Islamic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon