FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN PASIEN BPJS DI RS PERTAMINA JAYA
ABSTRACT Outpatient waiting time is a quality indicator that reflects the organization of service flow and hospital responsiveness. This study aimed to analyze the associations of administrative compliance, discipline, and proactive behavior with compliance with outpatient waiting-time standards among BPJS patients at Pertamina Jaya Hospital. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 106 outpatients covered by BPJS, selected using accidental sampling from a population of 2,500 patients. Data were collected through observations of administrative completeness, punctuality of arrival, Mobile JKN use, and service duration, and were analyzed using multiple logistic regression at a significance level of 0.05. The results showed that most patients experienced waiting times exceeding 60 minutes. The regression model was statistically significant overall, with a Nagelkerke R² of 0.458 and a classification accuracy of 83.0%. Administrative compliance and discipline were significantly associated with compliance with the waiting-time standard, whereas proactive behavior did not show a statistically significant partial association. Discipline was the most prominent variable in the model based on its odds ratio and statistical significance. These findings indicate the need to strengthen information about administrative requirements, improve patient arrival-time management, and evaluate the integration of Mobile JKN with the hospital’s queuing and appointment scheduling systems to support more orderly and efficient outpatient services. ABSTRAK Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan indikator mutu yang mencerminkan keteraturan alur dan responsivitas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan administrasi, kedisiplinan, dan perilaku proaktif dengan ketercapaian standar waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien BPJS di Rumah Sakit Pertamina Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri atas 106 pasien BPJS rawat jalan yang dipilih melalui accidental sampling dari populasi 2.500 pasien. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kelengkapan administrasi, ketepatan kedatangan, penggunaan Mobile JKN, dan durasi pelayanan, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik berganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit. Model regresi signifikan secara simultan dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,458 dan ketepatan klasifikasi 83,0%. Kepatuhan administrasi dan kedisiplinan berhubungan signifikan dengan ketercapaian standar waktu tunggu, sedangkan perilaku proaktif tidak menunjukkan hubungan parsial yang signifikan. Kedisiplinan menjadi variabel yang paling menonjol dalam model berdasarkan nilai odds ratio dan signifikansi statistik. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan informasi persyaratan administrasi, pengelolaan waktu kedatangan pasien, serta evaluasi integrasi Mobile JKN dengan sistem antrean dan penjadwalan pelayanan untuk mendukung keteraturan dan efisiensi pelayanan rawat jalan.
Authors
- Husni Abdul Muchlis (ORCID: https://orcid.org/0009-0004-9384-0312)
- Tria Saras Pertiwi (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-9561-2672)
- Anastasia Cyntia Dewi Kurniawati
- Nur Fadliyahul Janah
Publication Details
- Journal
- HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
- Published
- 2026-11-05
- DOI
- https://doi.org/10.51878/healthy.v6i1.15648
- Primary Topic
- Healthcare Quality and Satisfaction
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00