HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA BINA JAYA PALEMBANG

Mathematics is a subject characterized by complex problem-solving that requires not only cognitive readiness but also emotional stability in students. The absence of effective emotional regulation when dealing with intricate mathematical tasks frequently induces mathematics anxiety and disrupts logical reasoning processes. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability among students of SMA Bina Jaya Palembang. A quantitative correlational design was employed involving 40 tenth and eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were gathered using an emotional intelligence scale adapted from Goleman's framework and a mathematical problem-solving test based on Polya's stages, both of which satisfied validity and reliability criteria. The collected data were screened for normality and linearity before undergoing statistical hypothesis testing using the Pearson Product Moment correlation. The findings revealed a statistically significant, very strong positive relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability (r=0.808; r^2=0.654; p=0.000). These results indicate that emotional intelligence accounts for 65.4% of the variance in students' mathematical problem-solving success. Students demonstrating higher emotional maturity exhibited superior resilience, sustained attention, and perseverance when resolving non-routine mathematical problems. Educational practitioners are encouraged to incorporate affective self-regulation training into classroom mathematics instruction. ABSTRAK Matematika merupakan mata pelajaran yang sarat dengan pemecahan masalah kompleks, sehingga membutuhkan tidak hanya kesiapan kognitif melainkan juga kestabilan emosional siswa. Ketiadaan kontrol emosi yang baik saat berhadapan dengan soal yang rumit sering kali memicu kecemasan dan menghambat alur berpikir logis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMA Bina Jaya Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 40 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosional model Goleman dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis tahapan Polya yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data yang terkumpul diuji melalui analisis prasyarat normalitas dan linearitas sebelum dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika (r=0,808; r^2=0,654; p=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 65,4% terhadap variasi keberhasilan pemecahan masalah matematika siswa. Siswa yang memiliki kematangan emosional terbukti lebih tangguh, fokus, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tahapan penyelesaian soal nonrutin. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan penguatan regulasi emosi ke dalam strategi pembelajaran matematika di kelas.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Published
2026-11-03
DOI
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16456
Primary Topic
Mathematics Education and Pedagogy
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA BINA JAYA PALEMBANG

Rina Oktaviana, Rahmat Hidayat
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Mathematics Education and Pedagogy
article

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA BINA JAYA PALEMBANG

Rina Oktaviana, Rahmat Hidayat
article en

Abstract

Mathematics is a subject characterized by complex problem-solving that requires not only cognitive readiness but also emotional stability in students. The absence of effective emotional regulation when dealing with intricate mathematical tasks frequently induces mathematics anxiety and disrupts logical reasoning processes. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability among students of SMA Bina Jaya Palembang. A quantitative correlational design was employed involving 40 tenth and eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were gathered using an emotional intelligence scale adapted from Goleman's framework and a mathematical problem-solving test based on Polya's stages, both of which satisfied validity and reliability criteria. The collected data were screened for normality and linearity before undergoing statistical hypothesis testing using the Pearson Product Moment correlation. The findings revealed a statistically significant, very strong positive relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability (r=0.808; r^2=0.654; p=0.000). These results indicate that emotional intelligence accounts for 65.4% of the variance in students' mathematical problem-solving success. Students demonstrating higher emotional maturity exhibited superior resilience, sustained attention, and perseverance when resolving non-routine mathematical problems. Educational practitioners are encouraged to incorporate affective self-regulation training into classroom mathematics instruction. ABSTRAK Matematika merupakan mata pelajaran yang sarat dengan pemecahan masalah kompleks, sehingga membutuhkan tidak hanya kesiapan kognitif melainkan juga kestabilan emosional siswa. Ketiadaan kontrol emosi yang baik saat berhadapan dengan soal yang rumit sering kali memicu kecemasan dan menghambat alur berpikir logis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMA Bina Jaya Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 40 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosional model Goleman dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis tahapan Polya yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data yang terkumpul diuji melalui analisis prasyarat normalitas dan linearitas sebelum dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika (r=0,808; r^2=0,654; p=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 65,4% terhadap variasi keberhasilan pemecahan masalah matematika siswa. Siswa yang memiliki kematangan emosional terbukti lebih tangguh, fokus, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tahapan penyelesaian soal nonrutin. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan penguatan regulasi emosi ke dalam strategi pembelajaran matematika di kelas.

PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan PsikologiVol. 6(4)
Universitas Bina Darma (ID)
Openalex Percentile: Top 11%
Mathematics Education and Pedagogy
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon