IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUH-KEMBANGKAN KESADARAN HUKUM SISWA DI SMPN 12 MATARAM

Instilling legal awareness among junior high school students continues to encounter significant challenges, particularly the prevalence of school disciplinary infractions. Pancasila Education has predominantly remained confined to theoretical comprehension without being thoroughly internalized into students' daily observable conduct. This persistent gap highlights the urgent necessity to explore contextual instructional practices capable of transforming normative knowledge into consistent law-abiding habits. This study aims to examine the implementation of Pancasila Education in fostering students' legal awareness at SMPN 12 Mataram, assess their legal compliance levels, and identify the underlying supporting and inhibiting factors. A qualitative case study design was employed, collecting data through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that implementing Pancasila Education through the Problem-Based Learning (PBL) model effectively builds students' legal knowledge and attitudes, although practical behavioral compliance remains largely at the conventional stage driven by fear of disciplinary sanctions. ABSTRAK Penanaman kesadaran hukum di kalangan peserta didik jenjang sekolah menengah pertama masih menghadapi tantangan serius berupa maraknya pelanggaran tata tertib sekolah. Pembelajaran Pendidikan Pancasila selama ini kerap kali hanya berhenti pada penguasaan materi secara teoretis tanpa terinternalisasi secara utuh ke dalam tindakan nyata siswa. Kondisi ini menuntut adanya eksplorasi mendalam mengenai praktik pembelajaran kontekstual yang mampu mentransformasikan pemahaman norma menjadi pembiasaan perilaku taat hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Pancasila dalam menumbuh-kembangkan kesadaran hukum siswa di SMPN 12 Mataram, mengidentifikasi tingkat ketaatan hukum peserta didik, serta memetakan faktor pendukung dan penghambatnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus (case study), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Pancasila melalui model Problem-Based Learning (PBL) efektif membekali pengetahuan dan sikap hukum siswa, meskipun tingkat kepatuhan perilaku sebagian besar masih berada pada tahap konvensional yang didorong oleh rasa takut terhadap sanksi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Published
2026-11-03
DOI
https://doi.org/10.51878/social.v6i4.15534
Primary Topic
Pancasila Values in Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUH-KEMBANGKAN KESADARAN HUKUM SISWA DI SMPN 12 MATARAM

Rispawati Rispawati, Basariah Basariah, Sri Gina Utami
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Pancasila Values in Education
article

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUH-KEMBANGKAN KESADARAN HUKUM SISWA DI SMPN 12 MATARAM

Rispawati Rispawati, Basariah Basariah, Sri Gina Utami
article en

Abstract

Instilling legal awareness among junior high school students continues to encounter significant challenges, particularly the prevalence of school disciplinary infractions. Pancasila Education has predominantly remained confined to theoretical comprehension without being thoroughly internalized into students' daily observable conduct. This persistent gap highlights the urgent necessity to explore contextual instructional practices capable of transforming normative knowledge into consistent law-abiding habits. This study aims to examine the implementation of Pancasila Education in fostering students' legal awareness at SMPN 12 Mataram, assess their legal compliance levels, and identify the underlying supporting and inhibiting factors. A qualitative case study design was employed, collecting data through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that implementing Pancasila Education through the Problem-Based Learning (PBL) model effectively builds students' legal knowledge and attitudes, although practical behavioral compliance remains largely at the conventional stage driven by fear of disciplinary sanctions. ABSTRAK Penanaman kesadaran hukum di kalangan peserta didik jenjang sekolah menengah pertama masih menghadapi tantangan serius berupa maraknya pelanggaran tata tertib sekolah. Pembelajaran Pendidikan Pancasila selama ini kerap kali hanya berhenti pada penguasaan materi secara teoretis tanpa terinternalisasi secara utuh ke dalam tindakan nyata siswa. Kondisi ini menuntut adanya eksplorasi mendalam mengenai praktik pembelajaran kontekstual yang mampu mentransformasikan pemahaman norma menjadi pembiasaan perilaku taat hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Pancasila dalam menumbuh-kembangkan kesadaran hukum siswa di SMPN 12 Mataram, mengidentifikasi tingkat ketaatan hukum peserta didik, serta memetakan faktor pendukung dan penghambatnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus (case study), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Pancasila melalui model Problem-Based Learning (PBL) efektif membekali pengetahuan dan sikap hukum siswa, meskipun tingkat kepatuhan perilaku sebagian besar masih berada pada tahap konvensional yang didorong oleh rasa takut terhadap sanksi.

SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPSVol. 6(4)
University of Mataram (ID)
Openalex Percentile: Top 8%
Pancasila Values in Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon