HUBUNGAN BAHASA CINTA DENGAN KEPUASAN HUBUNGAN PADA LAKI LAKI DEWASA AWAL YANG MENJALANI HUBUNGAN JARAK JAUH DI INSTANSI BRIMOB KRIAN JAWA TIMUR
High operational demands and rigorous duties often require members of the Mobile Brigade (Brimob) to undergo long-distance relationships, which poses substantial challenges to fulfilling relational affective needs. Understanding and expressing love languages serve as critical mechanisms for maintaining emotional intimacy and relational quality amidst restricted direct communication. This study investigates the relationship between love languages and relationship satisfaction among young adult male Brimob personnel in Krian, East Java, who are in long-distance relationships. A quantitative correlational design was employed with 100 unmarried male participants aged 20–33 years selected via total sampling. Data were collected using the adapted Five Love Languages scale and the Relationship Assessment Scale (RAS), then analyzed using Pearson product-moment correlation. The results revealed a statistically significant positive correlation between love languages and relationship satisfaction (r=0.753; p=0.000), indicating that mutual emotional alignment enhances relational satisfaction under high-stress occupational constraints. ABSTRAK Tuntutan tugas kedinasan yang tinggi dan risiko pekerjaan yang berat pada anggota Brigade Mobil (Brimob) sering kali mengharuskan mereka menjalani hubungan jarak jauh (long-distance relationship), yang berdampak nyata pada pemenuhan kebutuhan afektif pasangan. Pemahaman mengenai bahasa cinta (love languages) menjadi faktor krusial dalam memelihara keintiman emosional dan menjaga kepuasan hubungan di tengah keterbatasan interaksi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara bahasa cinta dan kepuasan hubungan pada personel pria dewasa awal di satuan Brimob Krian, Jawa Timur, yang menjalani hubungan jarak jauh. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan terhadap 100 anggota Brimob pria belum menikah berusia 20–33 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen adaptasi skala lima bahasa cinta dari Chapman serta Relationship Assessment Scale (RAS) dari Hendrick, yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara bahasa cinta dan kepuasan hubungan (r=0,753; p=0,000), yang mengindikasikan bahwa penerapan bahasa cinta yang tepat mampu meningkatkan kepuasan hubungan secara substansial pada pasangan jarak jauh di lingkungan profesi berisiko tinggi.
Authors
- Arfin Nurma Halida (ORCID: https://orcid.org/0009-0002-2965-7789)
- Dahana Balqis Syafira
Institutions
- Universitas Negeri Surabaya (ID)
Publication Details
- Journal
- PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
- Published
- 2026-11-03
- DOI
- https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.15416
- Primary Topic
- Attachment and Relationship Dynamics
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00