ANALISIS KONTRIBUSI DAN PERAN UMKM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN

Poverty and the shortage of formal employment opportunities remain critical challenges in urban economic development, particularly in suburban clusters surrounding educational hubs. The limited access to steady income streams necessitates alternative productive sectors capable of absorbing local labor and sustaining household purchasing power autonomously. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) serve as a resilient economic pillar that maintains community economic survival amidst financial volatility. Grounded in this empirical reality, this study aims to examine the contribution and role of MSMEs in enhancing community well-being and alleviating poverty in Pramuka, Bandar Lampung City. A descriptive qualitative method was employed through in-depth field exploration across five culinary business units: Ayam Bledek, Geprek Pedia, Seblak Teh Mil, Rocket Chicken, and Warteg Bahari. Data were gathered through in-depth interviews, direct operational observation, and relevant archival reviews. Interpretive analysis was conducted to uncover the underlying patterns of workforce absorption, household earnings, and local financial circulation. Data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation, persistent observation, and peer debriefing to maintain empirical rigour. The findings demonstrate that these five MSMEs contribute significantly to community welfare by generating employment, providing steady wages, and transferring functional operational capabilities. The surveyed enterprises employ between two and seven workers whose earnings adequately support basic household sustenance. Nevertheless, long-term business resilience remains impeded by low digital marketing literacy, lack of legal licensing, heavy seasonal dependence on university students, and limited local workforce soft skills. Consequently, structured managerial assistance, business licensing facilitation, and digital adoption are urgently required to ensure that MSME-driven poverty alleviation remains socially and economically sustainable. ABSTRAK Kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan ekonomi perkotaan, khususnya pada kawasan penyangga aktivitas pendidikan dan perdagangan. Keterbatasan akses terhadap sumber pendapatan tetap menuntut hadirnya sektor produktif alternatif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menopang daya beli rumah tangga secara mandiri. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hadir sebagai pilar penting yang terbukti adaptif dalam menjaga ketahanan ekonomi komunitas di tengah dinamika krisis. Berangkat dari kondisi empiris tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan peran UMKM terhadap peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kelurahan Pramuka, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan mendalam pada lima unit usaha kuliner, yaitu Ayam Bledek, Geprek Pedia, Seblak Teh Mil, Rocket Chicken, dan Warteg Bahari. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi langsung kegiatan operasional usaha, serta penelaahan dokumen kepustakaan yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis interpretatif untuk membedah makna di balik pola penyerapan tenaga kerja, perolehan penghasilan, dan penguatan sirkulasi perputaran uang di tingkat lokal. Uji keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, ketekunan pengamatan, serta diskusi rekan sejawat guna menjamin keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima UMKM berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga melalui pembukaan lapangan kerja baru, pemberian upah rutin, dan transfer keterampilan praktis. Kelima unit usaha menyerap antara dua hingga tujuh tenaga kerja dengan pendapatan yang efektif menopang pemenuhan kebutuhan primer keluarga. Kendati demikian, keberlanjutan usaha masih menghadapi kendala mendasar berupa rendahnya literasi pemasaran digital, ketiadaan legalitas usaha, ketergantungan musiman pada mahasiswa, dan terbatasnya soft skills tenaga kerja lokal. Oleh sebab itu, pendampingan manajemen, kemudahan legalitas usaha, dan digitalisasi pemasaran menjadi prioritas mendesak agar peran UMKM dalam pengentasan kemiskinan dapat berdaya tahan lama.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Published
2026-11-03
DOI
https://doi.org/10.51878/social.v6i4.16450
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS KONTRIBUSI DAN PERAN UMKM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN

Apip Alansori, Yoga Maryanto, Sevika Nopa Lia, Shinta Novalia
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
SMEs Development and Digital Marketing
article

ANALISIS KONTRIBUSI DAN PERAN UMKM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN

Apip Alansori, Yoga Maryanto, Sevika Nopa Lia, Shinta Novalia
article en

Abstract

Poverty and the shortage of formal employment opportunities remain critical challenges in urban economic development, particularly in suburban clusters surrounding educational hubs. The limited access to steady income streams necessitates alternative productive sectors capable of absorbing local labor and sustaining household purchasing power autonomously. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) serve as a resilient economic pillar that maintains community economic survival amidst financial volatility. Grounded in this empirical reality, this study aims to examine the contribution and role of MSMEs in enhancing community well-being and alleviating poverty in Pramuka, Bandar Lampung City. A descriptive qualitative method was employed through in-depth field exploration across five culinary business units: Ayam Bledek, Geprek Pedia, Seblak Teh Mil, Rocket Chicken, and Warteg Bahari. Data were gathered through in-depth interviews, direct operational observation, and relevant archival reviews. Interpretive analysis was conducted to uncover the underlying patterns of workforce absorption, household earnings, and local financial circulation. Data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation, persistent observation, and peer debriefing to maintain empirical rigour. The findings demonstrate that these five MSMEs contribute significantly to community welfare by generating employment, providing steady wages, and transferring functional operational capabilities. The surveyed enterprises employ between two and seven workers whose earnings adequately support basic household sustenance. Nevertheless, long-term business resilience remains impeded by low digital marketing literacy, lack of legal licensing, heavy seasonal dependence on university students, and limited local workforce soft skills. Consequently, structured managerial assistance, business licensing facilitation, and digital adoption are urgently required to ensure that MSME-driven poverty alleviation remains socially and economically sustainable. ABSTRAK Kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan ekonomi perkotaan, khususnya pada kawasan penyangga aktivitas pendidikan dan perdagangan. Keterbatasan akses terhadap sumber pendapatan tetap menuntut hadirnya sektor produktif alternatif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menopang daya beli rumah tangga secara mandiri. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hadir sebagai pilar penting yang terbukti adaptif dalam menjaga ketahanan ekonomi komunitas di tengah dinamika krisis. Berangkat dari kondisi empiris tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan peran UMKM terhadap peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kelurahan Pramuka, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan mendalam pada lima unit usaha kuliner, yaitu Ayam Bledek, Geprek Pedia, Seblak Teh Mil, Rocket Chicken, dan Warteg Bahari. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi langsung kegiatan operasional usaha, serta penelaahan dokumen kepustakaan yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis interpretatif untuk membedah makna di balik pola penyerapan tenaga kerja, perolehan penghasilan, dan penguatan sirkulasi perputaran uang di tingkat lokal. Uji keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, ketekunan pengamatan, serta diskusi rekan sejawat guna menjamin keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima UMKM berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga melalui pembukaan lapangan kerja baru, pemberian upah rutin, dan transfer keterampilan praktis. Kelima unit usaha menyerap antara dua hingga tujuh tenaga kerja dengan pendapatan yang efektif menopang pemenuhan kebutuhan primer keluarga. Kendati demikian, keberlanjutan usaha masih menghadapi kendala mendasar berupa rendahnya literasi pemasaran digital, ketiadaan legalitas usaha, ketergantungan musiman pada mahasiswa, dan terbatasnya soft skills tenaga kerja lokal. Oleh sebab itu, pendampingan manajemen, kemudahan legalitas usaha, dan digitalisasi pemasaran menjadi prioritas mendesak agar peran UMKM dalam pengentasan kemiskinan dapat berdaya tahan lama.

SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPSVol. 6(4)
Universitas Malahayati (ID)
Openalex Percentile: Top 8%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon