HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN ROMANTIC JEALOUSY PADA DEWASA AWAL WANITA DI SILABERANTI
Emerging adulthood represents a developmental phase prone to interpersonal tension triggered by low self-evaluation in romantic partnerships. Individuals with negative self-appraisals often experience emotional insecurity and perceive their partner's social interactions as imminent threats to relationship stability. This study aims to determine the relationship between self-esteem and romantic jealousy among emerging adult women engaged in romantic relationships in Silaberanti Village. A quantitative correlational method was utilized with 95 emerging adult women selected through purposive sampling. Participant criteria included being 20–30 years old, unmarried, residing in Silaberanti Village, and currently in a dating relationship for at least six months. Data were gathered using a self-esteem scale adapted from Rosenberg comprising self-competence and self-liking, alongside a romantic jealousy scale from Pfeiffer and Wong assessing cognitive, emotional, and behavioral dimensions. Data analysis was conducted using simple linear regression via SPSS version 27. The findings revealed a significant negative relationship between self-esteem and romantic jealousy (R=0.702; R^2=0.492; p<0.001). This negative trajectory confirms that higher self-esteem corresponds to lower romantic jealousy among emerging adult women. Self-esteem contributed an effective proportion of 49.2% toward romantic jealousy, while the remaining 50.8% was influenced by unexamined external factors. ABSTRAK Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang rentan memicu ketegangan relasional akibat evaluasi diri yang rendah saat menjalin relasi intim. Individu dengan penilaian diri yang negatif cenderung merasa tidak aman dan memandang interaksi sosial pasangannya sebagai ancaman yang membahayakan keberlangsungan hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan romantic jealousy pada wanita dewasa awal yang sedang menjalani hubungan romantis di Kelurahan Silaberanti. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional diterapkan pada 95 wanita dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria partisipan mencakup rentang usia 20–30 tahun, belum menikah, berdomisili di Kelurahan Silaberanti, dan telah menjalin hubungan pacaran sekurang-kurangnya selama enam bulan. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala self-esteem berdasarkan teori Rosenberg yang mencakup dimensi self-competence dan self-liking, serta skala romantic jealousy dari Pfeiffer dan Wong yang mengukur dimensi cognitive jealousy, emotional jealousy, dan behavioral jealousy. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana berbantuan program SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dengan romantic jealousy (R=0,702; R^2=0,492; p<0,001). Arah hubungan tersebut membuktikan bahwa semakin tinggi self-esteem, maka semakin rendah romantic jealousy yang dialami wanita dewasa awal. Kontribusi efektif self-esteem terhadap romantic jealousy tercatat sebesar 49,2%, sedangkan 50,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Authors
- Mutia Mawardah
- Nabilah Khoiriyah
Institutions
- Universitas Bina Darma (ID)
Publication Details
- Journal
- PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
- Published
- 2026-11-03
- DOI
- https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16465
- Primary Topic
- Attachment and Relationship Dynamics
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00