FROM INTERFACE TO INTERNALIZATION: MEDIA, UI/UX, AND DIGITAL RELIGIOUS LITERACY IN ISLAMIC LEARNING
Smart People development in digital learning requires more than technical access because learning is mediated by media communication, interface experience, digital literacy, and the ability to evaluate religious knowledge sources. This systematic literature review examines how media communication and UI/UX interact with digital and religious literacy in Islamic learning. A PRISMA-informed protocol screened 200 international journal records published in 2021–2026; 112 passed title/abstract screening, 80 entered full-text appraisal, and 60 studies were synthesized. The analysis generated nine themes covering digital learning media ecology, UI/UX, communication quality and credibility, digital/media/information literacy, digital religious literacy and source authority, engagement and self-regulated learning, AI literacy, inclusion and wellbeing, and Smart People outcomes. The synthesis proposes the Smart People Digital Learning Communication (SP-DLC) Model. The model explains a pathway from platform and interface affordances to communication quality and literacy, followed by trust, engagement, learning agency, internalization, competence, and lifelong learning. The findings position interface design and religious source verification as integral communication mechanisms rather than separate technical or curricular concerns. Pengembangan Smart People dalam pembelajaran digital memerlukan lebih dari sekadar akses teknologi karena proses belajar dimediasi oleh komunikasi media, pengalaman antarmuka, literasi digital, dan kemampuan mengevaluasi sumber pengetahuan keagamaan. Penelitian systematic literature review ini mengkaji keterkaitan komunikasi media dan UI/UX dengan literasi digital serta literasi keagamaan dalam pembelajaran Islam. Protokol PRISMA-informed diterapkan pada 200 artikel jurnal internasional periode 2021–2026; 112 artikel lolos screening judul/abstrak, 80 masuk penilaian full text, dan 60 disintesis. Berdasarkan corpus 60 artikel tersebut, sintesis menghasilkan sembilan tema: ekologi media pembelajaran digital; UI/UX; kualitas komunikasi dan kredibilitas; literasi digital/media/informasi; literasi keagamaan digital dan otoritas sumber; engagement dan self-regulated learning; AI literacy; inklusi dan wellbeing; serta outcome Smart People. Berdasarkan bukti tersebut, penelitian mengusulkan Smart People Digital Learning Communication (SP-DLC) sebagai model konseptual hasil sintesis literatur, bukan model kausal yang telah tervalidasi secara empiris. SP-DLC menata asosiasi yang didukung corpus antara pengalaman antarmuka/komunikasi, literasi, kredibilitas, engagement, dan learning agency, sedangkan internalisasi, kompetensi, dan lifelong learning diposisikan sebagai outcome distal yang masih memerlukan pengujian empiris. Internalisasi didefinisikan sebagai pengintegrasian pengetahuan atau nilai yang berasal dari luar ke dalam pemahaman dan regulasi diri yang diterima secara personal; konstruk ini berbeda dari engagement, hasil belajar, kompetensi, dan self-regulated learning (Ryan & Deci, 2020). Kebaruan penelitian secara spesifik terletak pada integrasi UI/UX sebagai affordance komunikasi dengan literasi keagamaan digital—terutama otoritas sumber dan verifikasi—serta pada pembedaan eksplisit antara asosiasi yang didukung bukti dan jalur konseptual yang masih diusulkan dalam pembelajaran Islam digital.
Authors
- Didiet Anindita Arnandy (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-8087-6560)
- Achmad Arrosyidi (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-3673-9777)
- Muhamad Basyrul Muvid
Publication Details
- Journal
- SPEKTRA KOMUNIKA
- Published
- 2026-11-03
- DOI
- https://doi.org/10.33752/spektra.v6i1.12544
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00