UPAYA PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM MENGURANGI INSECURITY: STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VII MTs DARUL MUZARI’IN DARUNNAJAH 23
ABSTRACT Grade VII students who graduated from public elementary schools and enter a boarding madrasah often face a gap in Qur’anic literacy compared with graduates of Islamic elementary schools (MI), which gives rise to fear of making mistakes, feelings of inferiority, and passivity in learning. This study aims to analyze students’ initial self-confidence, to design and implement a self-confidence enhancement program, and to analyze its impact on reducing academic insecurity among Grade VII students at MTs Darul Muzari’in Darunnajah 23. A qualitative case study design was employed. Data were collected through classroom observation, in-depth interviews with the Al-Qur’an Hadith teacher, the homeroom teacher, and five students, and documentation; they were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña and checked through source and technique triangulation. The ADDIE framework served as a procedural scenario for organizing classroom interventions. At the beginning of the semester, 30 of 40 students experienced self-confidence barriers. The program consisted of four pillars: pre-lesson scaffolding, peer tutoring, positive reinforcement with probing, and a judgment-free zone. Its implementation was associated with greater willingness to ask and answer questions, fewer physical symptoms of anxiety, and a reduced fear of mistakes and feelings of inferiority among four of the five student informants. One student with a severe basic-literacy gap and deeply rooted inferiority still required continuous personal assistance through cooperation among teachers, dormitory mentors, and parents. ABSTRAK Siswa kelas VII lulusan Sekolah Dasar (SD) umum yang memasuki madrasah berasrama kerap menghadapi kesenjangan literasi Al-Qur’an dibandingkan lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI), sehingga muncul rasa takut salah, minder, dan pasif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi awal kepercayaan diri siswa, merancang dan melaksanakan program peningkatan kepercayaan diri, serta menganalisis dampaknya terhadap pengurangan insecurity siswa kelas VII MTs Darul Muzari’in Darunnajah 23. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru Al-Qur’an Hadits, wali kelas, dan lima siswa lulusan SD, serta dokumentasi; data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dan diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Kerangka ADDIE digunakan sebagai skenario prosedural untuk menata intervensi di kelas. Hasil menunjukkan bahwa pada awal semester 30 dari 40 siswa mengalami hambatan kepercayaan diri. Program yang dijalankan terdiri atas empat pilar, yaitu scaffolding pra-KBM, peer tutoring, positive reinforcement dan probing, serta judgment-free zone. Pelaksanaannya berkaitan dengan meningkatnya keberanian bertanya dan menjawab, berkurangnya gejala kecemasan fisik, dan menurunnya rasa takut salah serta minder pada empat dari lima siswa informan. Satu siswa dengan ketertinggalan literasi dasar yang berat dan rasa minder yang mengakar masih membutuhkan pendampingan personal yang berkesinambungan melalui kerja sama guru, pembina asrama, dan orang tua.
Authors
- Syaefulloh Syaefulloh
- Muhamad Fahmiyudin
Institutions
- Universitas Mathla'ul Anwar Banten (ID)
- Universitas Darunnajah (ID)
Publication Details
- Journal
- TEACHER Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
- Published
- 2026-11-02
- DOI
- https://doi.org/10.51878/teacher.v6i4.16317
- Primary Topic
- Education and Islamic Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00