Representasi Komunikasi Mahasiswa Perantau: Culture Shock dan Jaringan Pertemanan di Palembang

ABSTRACT This study examines how migrant students represent their communication experiences when coping with culture shock and developing friendship networks in Palembang. The study employed a mixed-method explanatory sequential design. Quantitative data were obtained from 30 migrant students through a five-point Likert questionnaire, followed by qualitative data from three purposively selected informants through semi-structured interviews, observation, and documentation. Descriptive results showed mean scores of 4.52 for X1 and 4.42 for Y, both in the very high category. Simple linear regression produced a coefficient of 0.628, a t value of 3.951, and a significance value below 0.05. Qualitative findings indicate that local language and accent, different social habits, and established peer groups were the main sources of discomfort. Active interpersonal communication, participation in campus organizations, group work, openness, and social support gradually transformed the new environment from an unfamiliar space into a meaningful and supportive social setting. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bagaimana mahasiswa perantau merepresentasikan pengalaman komunikasinya dalam mengatasi culture shock dan mengembangkan jaringan pertemanan di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif diperoleh dari 30 mahasiswa perantau melalui kuesioner skala Likert lima tingkat, kemudian diperdalam melalui data kualitatif dari tiga informan yang dipilih secara purposive dengan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata X1 sebesar 4,52 dan Y sebesar 4,42, keduanya berada pada kategori sangat tinggi. Uji regresi linear sederhana menghasilkan koefisien 0,628, nilai t hitung 3,951, dan signifikansi di bawah 0,05. Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa bahasa dan logat lokal, perbedaan kebiasaan sosial, serta kelompok pertemanan yang telah terbentuk menjadi sumber utama ketidaknyamanan. Komunikasi interpersonal aktif, keterlibatan organisasi, kerja kelompok, keterbukaan, dan dukungan sosial secara bertahap mengubah lingkungan baru yang semula dipersepsikan asing menjadi ruang sosial yang lebih dapat dipahami dan mendukung.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Journal of Communication and Social Sciences
Published
2026-11-01
DOI
https://doi.org/10.61994/jcss.v4i2.2361
Primary Topic
International Student and Expatriate Challenges
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Representasi Komunikasi Mahasiswa Perantau: Culture Shock dan Jaringan Pertemanan di Palembang

Desy Misnawati, Dimas Umboro, Indah Riskia Alfarisi
Journal of Communication and Social Sciences
International Student and Expatriate Challenges
article

Representasi Komunikasi Mahasiswa Perantau: Culture Shock dan Jaringan Pertemanan di Palembang

Desy Misnawati, Dimas Umboro, Indah Riskia Alfarisi
article en

Abstract

ABSTRACT This study examines how migrant students represent their communication experiences when coping with culture shock and developing friendship networks in Palembang. The study employed a mixed-method explanatory sequential design. Quantitative data were obtained from 30 migrant students through a five-point Likert questionnaire, followed by qualitative data from three purposively selected informants through semi-structured interviews, observation, and documentation. Descriptive results showed mean scores of 4.52 for X1 and 4.42 for Y, both in the very high category. Simple linear regression produced a coefficient of 0.628, a t value of 3.951, and a significance value below 0.05. Qualitative findings indicate that local language and accent, different social habits, and established peer groups were the main sources of discomfort. Active interpersonal communication, participation in campus organizations, group work, openness, and social support gradually transformed the new environment from an unfamiliar space into a meaningful and supportive social setting. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bagaimana mahasiswa perantau merepresentasikan pengalaman komunikasinya dalam mengatasi culture shock dan mengembangkan jaringan pertemanan di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif diperoleh dari 30 mahasiswa perantau melalui kuesioner skala Likert lima tingkat, kemudian diperdalam melalui data kualitatif dari tiga informan yang dipilih secara purposive dengan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata X1 sebesar 4,52 dan Y sebesar 4,42, keduanya berada pada kategori sangat tinggi. Uji regresi linear sederhana menghasilkan koefisien 0,628, nilai t hitung 3,951, dan signifikansi di bawah 0,05. Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa bahasa dan logat lokal, perbedaan kebiasaan sosial, serta kelompok pertemanan yang telah terbentuk menjadi sumber utama ketidaknyamanan. Komunikasi interpersonal aktif, keterlibatan organisasi, kerja kelompok, keterbukaan, dan dukungan sosial secara bertahap mengubah lingkungan baru yang semula dipersepsikan asing menjadi ruang sosial yang lebih dapat dipahami dan mendukung.

Journal of Communication and Social SciencesVol. 4(2)
Universitas Bina Darma (ID)
Quality education
Openalex Percentile: Top 6%
International Student and Expatriate Challenges
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon