Peran Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SDN 1 Wakan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya beberapa perilaku siswa yang belum sesuai dengan nilai kedisiplinan di SDN 1 Wakan, seperti datang terlambat, membuang sampah sembarangan, tidak mengenakan seragam sesuai aturan, tidak melaksanakan piket, dan berbicara kasar kepada teman. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya yang terarah dan berkelanjutan dalam membentuk karakter disiplin siswa. Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam mengarahkan kebijakan dan kegiatan sekolah yang mendukung pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SDN 1 Wakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu orang kepala sekolah sebagai informan utama, tiga orang guru, dan enam orang siswa sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui empat bentuk peran, yaitu menetapkan dan mengarahkan kebijakan disiplin, memberikan keteladanan, mengarahkan program pembiasaan, serta melakukan pembinaan dan pengawasan. Kebijakan disiplin diterapkan melalui tata tertib sekolah dengan pendekatan edukatif dan persuasif. Keteladanan dilakukan melalui arahan kepada guru untuk memberikan contoh perilaku disiplin. Program pembiasaan dilaksanakan melalui kegiatan 3S, upacara bendera, literasi, senam bersama, BTQ, dan Imtaq secara rutin. Sementara itu, pembinaan dan pengawasan dilakukan melalui pemberian arahan, pemantauan, pendampingan, serta konsekuensi yang bersifat mendidik. Pelaksanaan berbagai peran tersebut mendukung terbentuknya perilaku siswa yang lebih tertib, tepat waktu, menaati tata tertib, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap tugas serta kewajibannya. Dengan demikian, peran kepala sekolah melalui kebijakan, keteladanan, pembiasaan, serta pembinaan dan pengawasan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter disiplin siswa di SDN 1 Wakan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Advances In Education Journal
Published
2026-10-30
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SDN 1 Wakan

Taurinda Mahardiyanti, Athanasia Dian Setiati, Yupita
Advances In Education Journal
Education and Character Development
article

Peran Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SDN 1 Wakan

Taurinda Mahardiyanti, Athanasia Dian Setiati, Yupita
article en

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya beberapa perilaku siswa yang belum sesuai dengan nilai kedisiplinan di SDN 1 Wakan, seperti datang terlambat, membuang sampah sembarangan, tidak mengenakan seragam sesuai aturan, tidak melaksanakan piket, dan berbicara kasar kepada teman. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya yang terarah dan berkelanjutan dalam membentuk karakter disiplin siswa. Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam mengarahkan kebijakan dan kegiatan sekolah yang mendukung pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SDN 1 Wakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu orang kepala sekolah sebagai informan utama, tiga orang guru, dan enam orang siswa sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui empat bentuk peran, yaitu menetapkan dan mengarahkan kebijakan disiplin, memberikan keteladanan, mengarahkan program pembiasaan, serta melakukan pembinaan dan pengawasan. Kebijakan disiplin diterapkan melalui tata tertib sekolah dengan pendekatan edukatif dan persuasif. Keteladanan dilakukan melalui arahan kepada guru untuk memberikan contoh perilaku disiplin. Program pembiasaan dilaksanakan melalui kegiatan 3S, upacara bendera, literasi, senam bersama, BTQ, dan Imtaq secara rutin. Sementara itu, pembinaan dan pengawasan dilakukan melalui pemberian arahan, pemantauan, pendampingan, serta konsekuensi yang bersifat mendidik. Pelaksanaan berbagai peran tersebut mendukung terbentuknya perilaku siswa yang lebih tertib, tepat waktu, menaati tata tertib, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap tugas serta kewajibannya. Dengan demikian, peran kepala sekolah melalui kebijakan, keteladanan, pembiasaan, serta pembinaan dan pengawasan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter disiplin siswa di SDN 1 Wakan.

Advances In Education Journal
Universitas Doktor Nugroho Magetan (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon