Urgensi Self Control dalam Mengatasi Dampak Sosial Broken Home di SDN 2 Wanasaba Daya

Pendidikan karakter dan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama. Namun, fenomena di SDN 2 Wanasaba Daya menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari latar belakang keluarga broken home sering kali mengalami dampak psikologis dan sosial yang signifikan, seperti ketidakstabilan emosi, kecenderungan perilaku agresif, isolasi diri, serta penurunan konsentrasi dalam proses belajar. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan self-control atau kontrol diri yang mumpuni sebagai mekanisme pertahanan internal agar siswa mampu mengelola impuls emosional dan tetap beradaptasi secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi kemampuan self-control dalam meminimalisasi dampak sosial negatif pada siswa dari keluarga broken home serta mengidentifikasi strategi dan upaya pembinaan nyata yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai institusi pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memperoleh gambaran yang utuh. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yang meliputi siswa dari keluarga broken home, wali kelas, serta kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam yang terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control memiliki urgensi yang sangat fundamental sebagai perisai internal bagi siswa broken home dalam meregulasi emosi negatif, menahan impulsivitas, serta menjaga harmonisasi interaksi sosial dengan teman sebaya di sekolah. Upaya pembinaan yang diimplementasikan oleh pihak sekolah mencakup pendekatan personal, pemberian motivasi berkelanjutan, internalisasi nilai-nilai religius, penerapan kedisiplinan humanis, serta pengawasan perilaku secara intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan self-control yang didukung oleh pendampingan konsisten dan pendekatan humanis dari sekolah terbukti efektif membantu siswa mengendalikan emosi serta meningkatkan kemampuan adaptasi sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi praktisi pendidikan dalam merancang strategi pendampingan yang lebih inklusif dan empatik bagi siswa dengan latar belakang keluarga yang rentan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Advances In Education Journal
Published
2026-10-30
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Urgensi Self Control dalam Mengatasi Dampak Sosial Broken Home di SDN 2 Wanasaba Daya

Taurinda Mahardiyanti, Athanasia Dian Setiati, Yus Inda Lestari
Advances In Education Journal
Education and Character Development
article

Urgensi Self Control dalam Mengatasi Dampak Sosial Broken Home di SDN 2 Wanasaba Daya

Taurinda Mahardiyanti, Athanasia Dian Setiati, Yus Inda Lestari
article en

Abstract

Pendidikan karakter dan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama. Namun, fenomena di SDN 2 Wanasaba Daya menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari latar belakang keluarga broken home sering kali mengalami dampak psikologis dan sosial yang signifikan, seperti ketidakstabilan emosi, kecenderungan perilaku agresif, isolasi diri, serta penurunan konsentrasi dalam proses belajar. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan self-control atau kontrol diri yang mumpuni sebagai mekanisme pertahanan internal agar siswa mampu mengelola impuls emosional dan tetap beradaptasi secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi kemampuan self-control dalam meminimalisasi dampak sosial negatif pada siswa dari keluarga broken home serta mengidentifikasi strategi dan upaya pembinaan nyata yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai institusi pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memperoleh gambaran yang utuh. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yang meliputi siswa dari keluarga broken home, wali kelas, serta kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam yang terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control memiliki urgensi yang sangat fundamental sebagai perisai internal bagi siswa broken home dalam meregulasi emosi negatif, menahan impulsivitas, serta menjaga harmonisasi interaksi sosial dengan teman sebaya di sekolah. Upaya pembinaan yang diimplementasikan oleh pihak sekolah mencakup pendekatan personal, pemberian motivasi berkelanjutan, internalisasi nilai-nilai religius, penerapan kedisiplinan humanis, serta pengawasan perilaku secara intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan self-control yang didukung oleh pendampingan konsisten dan pendekatan humanis dari sekolah terbukti efektif membantu siswa mengendalikan emosi serta meningkatkan kemampuan adaptasi sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi praktisi pendidikan dalam merancang strategi pendampingan yang lebih inklusif dan empatik bagi siswa dengan latar belakang keluarga yang rentan.

Advances In Education Journal
Universitas Doktor Nugroho Magetan (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon