HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RSIA UMMU HANI PURBALINGGA
Perawat memiliki pengaruh besar dalam menentukan dan mempertahankan kualitas pelayanan rumah sakit. Perawat memiliki peran dan tanggung jawab serta beban kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosional mereka. Tugas dan tanggung jawab yang berlebihan dapat menyebabkan perawat mengalami burnout. Efikasi diri (self-efficacy) merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat burnout pada perawat. Efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan. Perawat yang memiliki efikasi diri tinggi cenderung lebih mampu mengatasi burnout yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan burnout pada perawat di RSIA Ummu Hani Purbalingga tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di RSIA Ummu Hani Purbalingga pada tahun 2024, sebanyak 104 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan burnout pada perawat di RSIA Ummu Hani Purbalingga tahun 2024, dengan nilai signifikansi (p = 0,025 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan burnout pada perawat di RSIA Ummu Hani Purbalingga tahun 2024.
Authors
- Anggi Septa Lestari, Indri Heri Susanti, Adiratna Sekar Siwi
Institutions
- Universitas Harapan Bangsa (ID)
Publication Details
- Journal
- Integrative Perspectives of Social and Science Journal
- Published
- 2026-10-30
- Primary Topic
- Occupational Health and Burnout
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00