Fenomena FOMO dan Budaya Viral Siswa Madrasah: Penguatan Qana’ah dan Iffah Melalui Al-Qur’an Hadis.

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi remaja, terutama siswa madrasah, seperti munculnya rasa takut ketinggalan (FOMO) dan budaya yang cepat menyebar di media sosial. Kondisi ini sering menimbulkan perasaan cemas, mendorong tindakan belanja berlebihan, dan menyebabkan kesulitan mengendalikan diri karena terus menerus terpukul oleh tren terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuk-bentuk fenomena FOMO dan memberikan solusi yang menyatukan beberapa nilai dari Al-Qur'an dan Hadis, yaitu konsep qana'ah yang artinya merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta iffah yang berarti menjaga kehormatan dan kesopanan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, hasilnya menunjukkan bahwa penerapan nilai qana'ah dan iffah secara internal dapat membantu melindungi siswa dari pengaruh negatif kecanduan digital. Penguatan karakter ini membantu meningkatkan ketahanan mental, sikap yang moderat, serta kemampuan bijak dalam menggunakan media sosial secara positif.

Authors

Publication Details

Journal
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published
2026-10-30
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Fenomena FOMO dan Budaya Viral Siswa Madrasah: Penguatan Qana’ah dan Iffah Melalui Al-Qur’an Hadis.

Amalia Rahmah, Wahyu Kholis Prihantoro, Musthofa Habibi, Imam Ash Shidiq et al.
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Education and Character Development
article

Fenomena FOMO dan Budaya Viral Siswa Madrasah: Penguatan Qana’ah dan Iffah Melalui Al-Qur’an Hadis.

Amalia Rahmah, Wahyu Kholis Prihantoro, Musthofa Habibi, Imam Ash Shidiq, Sitti Nurlatifah, Nur Solikhatunnisa Azzahro, Intan Aini Salsabil
article en

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi remaja, terutama siswa madrasah, seperti munculnya rasa takut ketinggalan (FOMO) dan budaya yang cepat menyebar di media sosial. Kondisi ini sering menimbulkan perasaan cemas, mendorong tindakan belanja berlebihan, dan menyebabkan kesulitan mengendalikan diri karena terus menerus terpukul oleh tren terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuk-bentuk fenomena FOMO dan memberikan solusi yang menyatukan beberapa nilai dari Al-Qur'an dan Hadis, yaitu konsep qana'ah yang artinya merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta iffah yang berarti menjaga kehormatan dan kesopanan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, hasilnya menunjukkan bahwa penerapan nilai qana'ah dan iffah secara internal dapat membantu melindungi siswa dari pengaruh negatif kecanduan digital. Penguatan karakter ini membantu meningkatkan ketahanan mental, sikap yang moderat, serta kemampuan bijak dalam menggunakan media sosial secara positif.

Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Openalex Percentile: Top 3%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
Fenomena FOMO dan Budaya Viral Siswa Madrasah: Penguatan Qana’ah dan Iffah Melalui Al-Qur’an Hadis. — Amalia Rahmah, Wahyu Kholis Prihantoro, et al. · Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (2026) | TGRS Research Map | TGRS