Fenomena FOMO dan Budaya Viral Siswa Madrasah: Penguatan Qana’ah dan Iffah Melalui Al-Qur’an Hadis.
Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi remaja, terutama siswa madrasah, seperti munculnya rasa takut ketinggalan (FOMO) dan budaya yang cepat menyebar di media sosial. Kondisi ini sering menimbulkan perasaan cemas, mendorong tindakan belanja berlebihan, dan menyebabkan kesulitan mengendalikan diri karena terus menerus terpukul oleh tren terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuk-bentuk fenomena FOMO dan memberikan solusi yang menyatukan beberapa nilai dari Al-Qur'an dan Hadis, yaitu konsep qana'ah yang artinya merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta iffah yang berarti menjaga kehormatan dan kesopanan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, hasilnya menunjukkan bahwa penerapan nilai qana'ah dan iffah secara internal dapat membantu melindungi siswa dari pengaruh negatif kecanduan digital. Penguatan karakter ini membantu meningkatkan ketahanan mental, sikap yang moderat, serta kemampuan bijak dalam menggunakan media sosial secara positif.
Authors
- Amalia Rahmah
- Wahyu Kholis Prihantoro (ORCID: https://orcid.org/0009-0003-9921-4171)
- Musthofa Habibi
- Imam Ash Shidiq
- Sitti Nurlatifah
- Nur Solikhatunnisa Azzahro
- Intan Aini Salsabil
Publication Details
- Journal
- Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
- Published
- 2026-10-30
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00