Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Digital dalam Perspektif Tafsir dan Hadis Tarbawi
Kemudahan akses informasi di era digital mengubah cara peserta didik belajar sekaligus cara mereka memandang guru. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, dan komunikasi antara guru dan murid kini berlangsung di ruang maya yang minim batas. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana adab peserta didik terhadap guru harus dijaga. Penelitian ini bertujuan menjelaskan adab peserta didik terhadap guru dalam perspektif tafsir dan hadis tarbawi, lalu menghubungkannya dengan realitas pembelajaran di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan dari kitab tafsir, kitab hadis, buku pendidikan Islam, dan artikel jurnal, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberi landasan adab melalui QS. Al-Hujurat ayat 1–5 (menjaga sikap dan tutur kata di hadapan sosok berilmu), QS. Al-Kahfi ayat 66–70 (kerendahan hati dan kesabaran murid), serta QS. Al-Mujadilah ayat 11 (kemuliaan orang berilmu), diperkuat QS. Al-Hujurat ayat 6 dan 11–12 serta QS. Al-Isra’ ayat 36 untuk etika bermedia. Hadis-hadis tarbawi menegaskan penghormatan kepada yang lebih tua dan berilmu, kewajiban berterima kasih, serta menjaga lisan. Prinsip-prinsip tersebut dapat diaktualisasikan dalam bentuk adab digital: bahasa yang santun dalam pesan, ketepatan waktu berkomunikasi, tabayyun terhadap informasi, serta tidak merekam atau menyebarkan konten guru tanpa izin.
Authors
- Yulia Adelia
Institutions
- Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya (ID)
Publication Details
- Journal
- Integrative Perspectives of Social and Science Journal
- Published
- 2026-10-30
- Primary Topic
- Education and Islamic Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00