Pengaruh Pembelajaran Senam Anak Indonesia Hebat terhadap Aktivitas Gerak Motorik Kasar Siswa SDN Bangkingan II/442 Surabaya

Kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan otot-otot besar, seperti membungkuk, melempar dan menangkap bola, menjaga keseimbangan, serta berlari memutar arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) terhadap kemampuan kelentukan, koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan siswa kelas IV SDN Bangkingan II/442 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design , melibatkan 60 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling , terdiri atas 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Program SAIH dilaksanakan selama lima minggu dengan 12 kali perlakuan, tiga kali per minggu, masing-masing berdurasi dua sesi delapan menit, sedangkan kemampuan motorik kasar diukur menggunakan V-Sit and Reach Test , Wall Toss Test , Stork Stand Test , dan lari zig-zag. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji normalitas Shapiro–Wilk melalui SPSS, dengan data yang tidak berdistribusi normal, antara lain koordinasi pada eksperimen pretest (p = 0,015), koordinasi dan keseimbangan pada eksperimen posttest (p = 0,010 dan p = 0,003), serta beberapa komponen pada kelompok kontrol, dianalisis menggunakan uji nonparametrik Mann–Whitney U. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada keseimbangan (p = 0,015), sedangkan kelentukan (p = 0,107), koordinasi (p = 0,123), dan kelincahan (p = 0,941) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Secara deskriptif, skor rata-rata kelentukan meningkat dari 47,27 menjadi 55,37 cm, koordinasi menurun dari 45,61 jumlah tangkapan per 30 detik menjadi 44,73 jumlah tangkapan per 30 detik, keseimbangan menurun dari 49,96 detik menjadi 32,28 detik, sedangkan kelincahan meningkat dari 49,67 detik menjadi 50,69 detik. Berdasarkan skor yang tercantum dalam tabel analisis. Perbedaan signifikan pada keseimbangan mengindikasikan bahwa gerakan SAIH yang melibatkan tumpuan kaki, perpindahan posisi, dan pengendalian postur berpotensi melatih kerja sama sistem saraf dan otot untuk menjaga kestabilan tubuh, tetapi arah perubahan skor perlu dikontrol berdasarkan pengodean skor tes yang digunakan. Kata Kunci : senam anak indonesia hebat,motorik kasar, kelentukan, koordinasi, keseimbangan, kelincahan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Prestasi Olahraga
Published
2026-10-30
Primary Topic
Children's Physical and Motor Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Pembelajaran Senam Anak Indonesia Hebat terhadap Aktivitas Gerak Motorik Kasar Siswa SDN Bangkingan II/442 Surabaya

Andri Suyoko, Febbi Puspita
Jurnal Prestasi Olahraga
Children's Physical and Motor Development
article

Pengaruh Pembelajaran Senam Anak Indonesia Hebat terhadap Aktivitas Gerak Motorik Kasar Siswa SDN Bangkingan II/442 Surabaya

Andri Suyoko, Febbi Puspita
article en

Abstract

Kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan otot-otot besar, seperti membungkuk, melempar dan menangkap bola, menjaga keseimbangan, serta berlari memutar arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) terhadap kemampuan kelentukan, koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan siswa kelas IV SDN Bangkingan II/442 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design , melibatkan 60 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling , terdiri atas 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Program SAIH dilaksanakan selama lima minggu dengan 12 kali perlakuan, tiga kali per minggu, masing-masing berdurasi dua sesi delapan menit, sedangkan kemampuan motorik kasar diukur menggunakan V-Sit and Reach Test , Wall Toss Test , Stork Stand Test , dan lari zig-zag. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji normalitas Shapiro–Wilk melalui SPSS, dengan data yang tidak berdistribusi normal, antara lain koordinasi pada eksperimen pretest (p = 0,015), koordinasi dan keseimbangan pada eksperimen posttest (p = 0,010 dan p = 0,003), serta beberapa komponen pada kelompok kontrol, dianalisis menggunakan uji nonparametrik Mann–Whitney U. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada keseimbangan (p = 0,015), sedangkan kelentukan (p = 0,107), koordinasi (p = 0,123), dan kelincahan (p = 0,941) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Secara deskriptif, skor rata-rata kelentukan meningkat dari 47,27 menjadi 55,37 cm, koordinasi menurun dari 45,61 jumlah tangkapan per 30 detik menjadi 44,73 jumlah tangkapan per 30 detik, keseimbangan menurun dari 49,96 detik menjadi 32,28 detik, sedangkan kelincahan meningkat dari 49,67 detik menjadi 50,69 detik. Berdasarkan skor yang tercantum dalam tabel analisis. Perbedaan signifikan pada keseimbangan mengindikasikan bahwa gerakan SAIH yang melibatkan tumpuan kaki, perpindahan posisi, dan pengendalian postur berpotensi melatih kerja sama sistem saraf dan otot untuk menjaga kestabilan tubuh, tetapi arah perubahan skor perlu dikontrol berdasarkan pengodean skor tes yang digunakan. Kata Kunci : senam anak indonesia hebat,motorik kasar, kelentukan, koordinasi, keseimbangan, kelincahan.

Jurnal Prestasi Olahraga
Universitas Negeri Surabaya (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
Children's Physical and Motor Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon