Batas Pertanggungjawaban dan Perlindungan Hukum Notaris Atas Pemalsuan Identitas Penghadap Dalam Pengalihan Harta Bersama
Pengalihan harta bersama merupakan perbuatan hukum yang pada prinsipnya memerlukan persetujuan suami dan istri, sehingga keabsahan identitas dan kewenangan penghadap menjadi aspek penting dalam pembuatan akta autentik. Dalam praktik, pemalsuan identitas penghadap, penggunaan dokumen yang tidak sah, atau penyampaian keterangan yang tidak benar dapat menyebabkan pengalihan harta bersama dilakukan tanpa persetujuan pasangan dan menimbulkan sengketa bagi para pihak. Kondisi tersebut juga menimbulkan persoalan mengenai batas pertanggungjawaban notaris, mengingat notaris berkewajiban bertindak amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, serta mengenal penghadap sesuai ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan pengalihan harta bersama dan kedudukan persetujuan suami atau istri, serta menganalisis batas pertanggungjawaban dan bentuk perlindungan hukum bagi notaris apabila terjadi pemalsuan identitas penghadap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memperoleh argumentasi hukum yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan harta bersama pada prinsipnya harus didasarkan pada persetujuan kedua belah pihak, sedangkan notaris bertanggung jawab atas pemenuhan kewajiban jabatan dan kebenaran formal identitas serta dokumen yang diperlihatkan kepadanya. Pemalsuan identitas atau keterangan palsu pada dasarnya menjadi tanggung jawab penghadap sepanjang notaris telah menjalankan prinsip kehati-hatian dan prosedur pembuatan akta. Namun, tanggung jawab notaris dapat timbul apabila terbukti adanya kesengajaan, kelalaian, atau keterlibatan notaris dalam perbuatan melawan hukum. Perlindungan hukum bagi notaris diberikan secara preventif melalui pemenuhan prosedur jabatan dan secara represif melalui mekanisme hukum yang tersedia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta pembelaan hukum sepanjang syarat perlindungan terpenuhi.
Authors
- Miliarni Deida Navydien
- Ainun Putri Anugrah
- Khesya Khusnul Fadhilah Utomo
Publication Details
- Journal
- Private Law
- Published
- 2026-10-30
- DOI
- https://doi.org/10.29303/3beyh390
- Primary Topic
- Family and Matrimonial Law
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00