Nine-Tier Diagnostic Test Berbasis Permasalahan Kontekstual: Pengembangan Instrumen Miskonsepsi Calon Guru IPA Berorientasi Filsafat Sains

Penelitian ini bertujuan mengembangkan nine-tier diagnostic test berbasis permasalahan kontekstual untuk mengidentifikasi miskonsepsi sains dasar pada tiga dimensi filsafat sains, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta mengevaluasi validitas, reliabilitas, dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Uji coba skala besar melibatkan 45 calon guru IPA yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli evaluasi, tes empiris, serta angket respons pengguna. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,83, yang mengindikasikan validitas isi yang tinggi. Analisis empiris menunjukkan bahwa butir instrumen memenuhi kriteria validitas berdasarkan korelasi item-total dengan nilai signifikansi di bawah 0,05, sedangkan koefisien reliabilitas sebesar 0,84 menunjukkan konsistensi internal yang tinggi. Dari aspek kepraktisan, instrumen memperoleh skor 82,91% dengan kategori sangat praktis. Selain menghasilkan informasi mengenai pemahaman konseptual calon guru IPA, instrumen ini menawarkan kerangka diagnostik yang memandang miskonsepsi tidak hanya sebagai kekeliruan dalam memahami konsep sains, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan hakikat objek pengetahuan (ontologis), proses pembentukan dan pembenaran pengetahuan (epistemologis), serta nilai dan relevansi pengetahuan bagi manusia dan kehidupan (aksiologis). Temuan ini memberikan bukti awal bahwa nine-tier diagnostic test memiliki potensi sebagai instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi sains dasar secara lebih komprehensif. Namun, pengujian pada sampel yang lebih besar dan beragam masih diperlukan untuk memperkuat bukti validitas dan reliabilitas serta mengevaluasi ketepatan klasifikasi diagnostik instrumen dalam konteks yang lebih luas.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP)
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.23971/38vp6k46
Primary Topic
Science Education and Pedagogy
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Nine-Tier Diagnostic Test Berbasis Permasalahan Kontekstual: Pengembangan Instrumen Miskonsepsi Calon Guru IPA Berorientasi Filsafat Sains

Iseu Laelasari, Hanik Malichatin
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP)
Science Education and Pedagogy
article

Nine-Tier Diagnostic Test Berbasis Permasalahan Kontekstual: Pengembangan Instrumen Miskonsepsi Calon Guru IPA Berorientasi Filsafat Sains

Iseu Laelasari, Hanik Malichatin
article en

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan nine-tier diagnostic test berbasis permasalahan kontekstual untuk mengidentifikasi miskonsepsi sains dasar pada tiga dimensi filsafat sains, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta mengevaluasi validitas, reliabilitas, dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Uji coba skala besar melibatkan 45 calon guru IPA yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli evaluasi, tes empiris, serta angket respons pengguna. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,83, yang mengindikasikan validitas isi yang tinggi. Analisis empiris menunjukkan bahwa butir instrumen memenuhi kriteria validitas berdasarkan korelasi item-total dengan nilai signifikansi di bawah 0,05, sedangkan koefisien reliabilitas sebesar 0,84 menunjukkan konsistensi internal yang tinggi. Dari aspek kepraktisan, instrumen memperoleh skor 82,91% dengan kategori sangat praktis. Selain menghasilkan informasi mengenai pemahaman konseptual calon guru IPA, instrumen ini menawarkan kerangka diagnostik yang memandang miskonsepsi tidak hanya sebagai kekeliruan dalam memahami konsep sains, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan hakikat objek pengetahuan (ontologis), proses pembentukan dan pembenaran pengetahuan (epistemologis), serta nilai dan relevansi pengetahuan bagi manusia dan kehidupan (aksiologis). Temuan ini memberikan bukti awal bahwa nine-tier diagnostic test memiliki potensi sebagai instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi sains dasar secara lebih komprehensif. Namun, pengujian pada sampel yang lebih besar dan beragam masih diperlukan untuk memperkuat bukti validitas dan reliabilitas serta mengevaluasi ketepatan klasifikasi diagnostik instrumen dalam konteks yang lebih luas.

Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP)
Openalex Percentile: Top 3%
Science Education and Pedagogy
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon