Analisis Yuridis Perilaku Seksual Menyimpang Suami, Termasuk Ketertarikan Pada Threesome, Sebagai Bagian Dari Perselisihan Dalam Cerai Gugat

Penelitian ini mengkaji kedudukan hukum perilaku seksual menyimpang suami, termasuk ketertarikan pada hubungan seksual bertiga (threesome), dalam perkara cerai gugat yang diputus melalui Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor 2449/Pdt.G/2025/PA.Tng. Persoalan hukumnya adalah bagaimana perilaku seksual yang didalilkan istri dinilai dalam relasi perkawinan dan bagaimana kedudukannya dalam pertimbangan hakim ketika menentukan alasan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan mengidentifikasi dalil dan fakta yang terbukti, dasar hukum yang digunakan hakim, lalu membandingkannya dengan konsep syiqaq dalam fikih serta Pasal 19 huruf f PP Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, ketertarikan pada threesome hanya muncul sebagai salah satu dalil dalam rangkaian perilaku yang meliputi pemaksaan fantasi seksual, pornografi, perselingkuhan, penghinaan, dan kekerasan fisik. Kedua, syiqaq dalam fikih bertemu dengan alasan perselisihan terus-menerus dalam hukum positif, tetapi keduanya tidak identik karena hukum positif tidak mensyaratkan pengangkatan hakam. Ketiga, hakim tidak merumuskan perilaku seksual tersebut sebagai fakta hukum tersendiri, melainkan mengabulkan gugatan berdasarkan perselisihan sejak 2022, pisah rumah sejak 2024, dan gagalnya upaya damai, yang disebut hakim sebagai marriage breakdown. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam perkara verstek, dalil perilaku seksual cenderung terserap ke dalam penilaian keretakan perkawinan tanpa dikualifikasi secara khusus.

Authors

Publication Details

Journal
Private Law
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.29303/8kr35x47
Primary Topic
Family and Matrimonial Law
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Yuridis Perilaku Seksual Menyimpang Suami, Termasuk Ketertarikan Pada Threesome, Sebagai Bagian Dari Perselisihan Dalam Cerai Gugat

Syafuri, Usman, Resti Septiani, Runi Yulyanti et al.
Private Law
Family and Matrimonial Law
article

Analisis Yuridis Perilaku Seksual Menyimpang Suami, Termasuk Ketertarikan Pada Threesome, Sebagai Bagian Dari Perselisihan Dalam Cerai Gugat

Syafuri, Usman, Resti Septiani, Runi Yulyanti, Tirta Faraghta Fanshab
article en

Abstract

Penelitian ini mengkaji kedudukan hukum perilaku seksual menyimpang suami, termasuk ketertarikan pada hubungan seksual bertiga (threesome), dalam perkara cerai gugat yang diputus melalui Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor 2449/Pdt.G/2025/PA.Tng. Persoalan hukumnya adalah bagaimana perilaku seksual yang didalilkan istri dinilai dalam relasi perkawinan dan bagaimana kedudukannya dalam pertimbangan hakim ketika menentukan alasan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan mengidentifikasi dalil dan fakta yang terbukti, dasar hukum yang digunakan hakim, lalu membandingkannya dengan konsep syiqaq dalam fikih serta Pasal 19 huruf f PP Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, ketertarikan pada threesome hanya muncul sebagai salah satu dalil dalam rangkaian perilaku yang meliputi pemaksaan fantasi seksual, pornografi, perselingkuhan, penghinaan, dan kekerasan fisik. Kedua, syiqaq dalam fikih bertemu dengan alasan perselisihan terus-menerus dalam hukum positif, tetapi keduanya tidak identik karena hukum positif tidak mensyaratkan pengangkatan hakam. Ketiga, hakim tidak merumuskan perilaku seksual tersebut sebagai fakta hukum tersendiri, melainkan mengabulkan gugatan berdasarkan perselisihan sejak 2022, pisah rumah sejak 2024, dan gagalnya upaya damai, yang disebut hakim sebagai marriage breakdown. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam perkara verstek, dalil perilaku seksual cenderung terserap ke dalam penilaian keretakan perkawinan tanpa dikualifikasi secara khusus.

Private Law
Openalex Percentile: Top 2%
Family and Matrimonial Law
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
Analisis Yuridis Perilaku Seksual Menyimpang Suami, Termasuk Ketertarikan Pada Threesome, Sebagai Bagian Dari Perselisihan Dalam Cerai Gugat — Syafuri, Usman, et al. · Private Law (2026) | TGRS Research Map | TGRS