Pengaruh Social Media Marketing dan E-Wom terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Taman Langit Pangalengan

Digital information increasingly shapes destination choice, but the relative contribution of destination-managed social media and user-generated electronic word of mouth (e-WOM) remains unclear for visually oriented nature destinations. This study examines the effects of social media marketing and e-WOM on visiting decisions at Taman Langit Pangalengan. A quantitative descriptive-associative cross-sectional survey involved 100 tourists selected through convenience sampling. Data were collected using a 30-item five-point Likert questionnaire and analysed with multiple linear regression after validity, reliability, and classical assumption testing. Social media marketing showed a positive and significant association with visiting decisions (β = 0.398; p = 0.002), as did e-WOM (β = 0.450; p < 0.001). The model was significant (F = 100.471; p < 0.001) and explained 67.7% of the variance in visiting decisions (R² = 0.677). Within this model, e-WOM showed the stronger relative association. Managers should combine accurate, visually informative social media communication with service experiences that encourage credible organic reviews. Abstrak Informasi digital semakin memengaruhi pemilihan destinasi, tetapi kontribusi relatif antara media sosial yang dikelola destinasi dan electronic word of mouth (e-WOM) yang dihasilkan pengguna masih belum jelas pada destinasi wisata alam berbasis visual. Penelitian ini menganalisis pengaruh social media marketing dan e-WOM terhadap keputusan berkunjung di Taman Langit Pangalengan. Survei kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan desain potong lintang melibatkan 100 wisatawan yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 30 item dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Social media marketing berhubungan positif dan signifikan dengan keputusan berkunjung (β = 0,398; p = 0,002), demikian pula e-WOM (β = 0,450; p < 0,001). Model signifikan (F = 100,471; p < 0,001) dan menjelaskan 67,7% variasi keputusan berkunjung (R² = 0,677). Dalam model ini, e-WOM menunjukkan hubungan relatif yang lebih kuat. Pengelola perlu menggabungkan komunikasi media sosial yang akurat dan informatif secara visual dengan pengalaman layanan yang mendorong ulasan organik yang kredibel

Authors

Publication Details

Journal
Equivalent Journal Of Economic Accounting and Management
Published
2026-10-31
DOI
https://doi.org/10.61994/equivalent.v4i2.2278
Primary Topic
Digital Marketing and Social Media
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Social Media Marketing dan E-Wom terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Taman Langit Pangalengan

Adrie Charviandi, Candra Rustiana
Equivalent Journal Of Economic Accounting and Management
Digital Marketing and Social Media
article

Pengaruh Social Media Marketing dan E-Wom terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Taman Langit Pangalengan

Adrie Charviandi, Candra Rustiana
article en

Abstract

Digital information increasingly shapes destination choice, but the relative contribution of destination-managed social media and user-generated electronic word of mouth (e-WOM) remains unclear for visually oriented nature destinations. This study examines the effects of social media marketing and e-WOM on visiting decisions at Taman Langit Pangalengan. A quantitative descriptive-associative cross-sectional survey involved 100 tourists selected through convenience sampling. Data were collected using a 30-item five-point Likert questionnaire and analysed with multiple linear regression after validity, reliability, and classical assumption testing. Social media marketing showed a positive and significant association with visiting decisions (β = 0.398; p = 0.002), as did e-WOM (β = 0.450; p < 0.001). The model was significant (F = 100.471; p < 0.001) and explained 67.7% of the variance in visiting decisions (R² = 0.677). Within this model, e-WOM showed the stronger relative association. Managers should combine accurate, visually informative social media communication with service experiences that encourage credible organic reviews. Abstrak Informasi digital semakin memengaruhi pemilihan destinasi, tetapi kontribusi relatif antara media sosial yang dikelola destinasi dan electronic word of mouth (e-WOM) yang dihasilkan pengguna masih belum jelas pada destinasi wisata alam berbasis visual. Penelitian ini menganalisis pengaruh social media marketing dan e-WOM terhadap keputusan berkunjung di Taman Langit Pangalengan. Survei kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan desain potong lintang melibatkan 100 wisatawan yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 30 item dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Social media marketing berhubungan positif dan signifikan dengan keputusan berkunjung (β = 0,398; p = 0,002), demikian pula e-WOM (β = 0,450; p < 0,001). Model signifikan (F = 100,471; p < 0,001) dan menjelaskan 67,7% variasi keputusan berkunjung (R² = 0,677). Dalam model ini, e-WOM menunjukkan hubungan relatif yang lebih kuat. Pengelola perlu menggabungkan komunikasi media sosial yang akurat dan informatif secara visual dengan pengalaman layanan yang mendorong ulasan organik yang kredibel

Equivalent Journal Of Economic Accounting and ManagementVol. 4(2)
Openalex Percentile: Top 5%
Digital Marketing and Social Media
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon