Antinomi Hukum Antara Undang-Undang Kehutanan Dan Undang-Undang Desa Dalam Penataan Kawasan Hutan Konservasi

Penelitian ini bertujuan menganalisis antinomi hukum antara pengaturan kehutanan dan pemerintahan desa dalam penataan lima desa di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser, Kecamatan Putri Betung, serta merumuskan alternatif harmonisasinya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung wawancara sebagai data pelengkap. Hasil kajian menunjukkan perbedaan orientasi antara perlindungan kawasan konservasi dan kewenangan administratif desa yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian status ruang, konflik kewenangan, dan persoalan tenurial. Penyelesaiannya memerlukan sinkronisasi regulasi, verifikasi batas dan status kawasan, serta tata kelola kolaboratif yang melibatkan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa harmonisasi hukum perlu menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus memperhatikan kepastian hukum dan hak masyarakat desa.

Authors

Publication Details

Journal
Private Law
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.29303/gd526g58
Primary Topic
Indonesian Legal and Regulatory Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Antinomi Hukum Antara Undang-Undang Kehutanan Dan Undang-Undang Desa Dalam Penataan Kawasan Hutan Konservasi

Ali Sadikin
Private Law
Indonesian Legal and Regulatory Studies
article

Antinomi Hukum Antara Undang-Undang Kehutanan Dan Undang-Undang Desa Dalam Penataan Kawasan Hutan Konservasi

Ali Sadikin
article en

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis antinomi hukum antara pengaturan kehutanan dan pemerintahan desa dalam penataan lima desa di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser, Kecamatan Putri Betung, serta merumuskan alternatif harmonisasinya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung wawancara sebagai data pelengkap. Hasil kajian menunjukkan perbedaan orientasi antara perlindungan kawasan konservasi dan kewenangan administratif desa yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian status ruang, konflik kewenangan, dan persoalan tenurial. Penyelesaiannya memerlukan sinkronisasi regulasi, verifikasi batas dan status kawasan, serta tata kelola kolaboratif yang melibatkan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa harmonisasi hukum perlu menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus memperhatikan kepastian hukum dan hak masyarakat desa.

Private Law
Openalex Percentile: Top 3%
Indonesian Legal and Regulatory Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon