STRATEGI INKLUSIF GURU DALAM MENGAKOMODASI KEBUTUHAN BELAJAR MURID HAMBATAN BELAJAR KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TELUK PANDAN

Inclusive education requires instructional strategies that respond to differences in students’ abilities and learning needs, particularly those of slow learners in junior secondary schools. This study aimed to describe teachers’ inclusive strategies for accommodating the learning needs of students in Class VII A at SMP Negeri 2 Teluk Pandan, Kutai Timur Regency, Indonesia. A qualitative approach with a case study design was employed from September to December 2025. The participants comprised one homeroom teacher and two students with learning difficulties, identified as H and AR. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings revealed four forms of accommodation: repeated explanations and simplified instructions, adjustments to assignments and assessments according to students’ abilities, additional time for task completion, and seating arrangements combined with positive feedback. The teacher also provided individual assistance to help students understand learning materials and complete assignments. However, small-group and heterogeneous-group activities were not implemented consistently. These findings highlight the importance of flexible accommodations, progress monitoring, and varied instructional strategies to support student participation in inclusive learning environments. ABSTRAK Pendidikan inklusif memerlukan strategi pembelajaran yang responsif terhadap perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar murid, khususnya murid dengan hambatan belajar (slow learner) di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi inklusif guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar murid kelas VII A SMP Negeri 2 Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada September–Desember 2025. Subjek penelitian terdiri atas seorang wali kelas dan dua murid dengan hambatan belajar, yaitu H dan AR. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk akomodasi, yaitu pengulangan materi dan penyederhanaan instruksi, penyesuaian tugas dan penilaian berdasarkan kemampuan murid, pemberian waktu tambahan, serta pengaturan tempat duduk dan umpan balik positif. Guru juga memberikan pendampingan individual untuk membantu murid memahami materi dan menyelesaikan tugas. Namun, penggunaan kelompok kecil atau heterogen belum dilakukan secara konsisten. Penelitian ini menegaskan pentingnya akomodasi fleksibel, pemantauan perkembangan, dan variasi strategi untuk mendukung partisipasi murid dalam pembelajaran inklusif.

Authors

Publication Details

Journal
SECONDARY Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah
Published
2026-10-31
DOI
https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.12945
Primary Topic
Inclusive Education and Diversity
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

STRATEGI INKLUSIF GURU DALAM MENGAKOMODASI KEBUTUHAN BELAJAR MURID HAMBATAN BELAJAR KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TELUK PANDAN

Amos Robinson
SECONDARY Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah
Inclusive Education and Diversity
article

STRATEGI INKLUSIF GURU DALAM MENGAKOMODASI KEBUTUHAN BELAJAR MURID HAMBATAN BELAJAR KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TELUK PANDAN

Amos Robinson
article en

Abstract

Inclusive education requires instructional strategies that respond to differences in students’ abilities and learning needs, particularly those of slow learners in junior secondary schools. This study aimed to describe teachers’ inclusive strategies for accommodating the learning needs of students in Class VII A at SMP Negeri 2 Teluk Pandan, Kutai Timur Regency, Indonesia. A qualitative approach with a case study design was employed from September to December 2025. The participants comprised one homeroom teacher and two students with learning difficulties, identified as H and AR. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings revealed four forms of accommodation: repeated explanations and simplified instructions, adjustments to assignments and assessments according to students’ abilities, additional time for task completion, and seating arrangements combined with positive feedback. The teacher also provided individual assistance to help students understand learning materials and complete assignments. However, small-group and heterogeneous-group activities were not implemented consistently. These findings highlight the importance of flexible accommodations, progress monitoring, and varied instructional strategies to support student participation in inclusive learning environments. ABSTRAK Pendidikan inklusif memerlukan strategi pembelajaran yang responsif terhadap perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar murid, khususnya murid dengan hambatan belajar (slow learner) di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi inklusif guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar murid kelas VII A SMP Negeri 2 Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada September–Desember 2025. Subjek penelitian terdiri atas seorang wali kelas dan dua murid dengan hambatan belajar, yaitu H dan AR. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk akomodasi, yaitu pengulangan materi dan penyederhanaan instruksi, penyesuaian tugas dan penilaian berdasarkan kemampuan murid, pemberian waktu tambahan, serta pengaturan tempat duduk dan umpan balik positif. Guru juga memberikan pendampingan individual untuk membantu murid memahami materi dan menyelesaikan tugas. Namun, penggunaan kelompok kecil atau heterogen belum dilakukan secara konsisten. Penelitian ini menegaskan pentingnya akomodasi fleksibel, pemantauan perkembangan, dan variasi strategi untuk mendukung partisipasi murid dalam pembelajaran inklusif.

SECONDARY Jurnal Inovasi Pendidikan MenengahVol. 6(4)
Openalex Percentile: Top 4%
Inclusive Education and Diversity
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon