Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Pernikahan Dini: Peran Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education

Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat dan sosial yang berdampak terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, dan kesejahteraan remaja. Berbagai program pencegahan telah dilaksanakan, namun sebagian besar masih berfokus pada satu aspek, seperti edukasi kesehatan reproduksi atau konseling sebaya, sehingga belum mengintegrasikan komponen pemberdayaan remaja secara komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education terhadap pemberdayaan remaja dalam pencegahan pernikahan dini serta mengembangkan model pemberdayaan yang terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey terhadap 250 remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan remaja dalam pencegahan pernikahan dini (p < 0,05). Reproductive Health Awareness merupakan variabel yang memberikan kontribusi terbesar, diikuti oleh Peer Education dan Self-Efficacy. Ketiga variabel secara simultan mampu menjelaskan 53,6% variasi pemberdayaan remaja (Adjusted R² = 0,536). Remaja yang memiliki kesadaran kesehatan reproduksi yang tinggi, keyakinan diri yang baik, serta aktif mengikuti pendidikan sebaya cenderung lebih mampu menunda usia perkawinan dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SELAYAR Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.71094/selayar.v2i5.489
Primary Topic
Adolescent Sexual and Reproductive Health
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Pernikahan Dini: Peran Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education

Siti Rahmawati, Budi Aryo Santoso
SELAYAR Jurnal Pengabdian Masyarakat
Adolescent Sexual and Reproductive Health
article

Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Pernikahan Dini: Peran Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education

Siti Rahmawati, Budi Aryo Santoso
article en

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat dan sosial yang berdampak terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, dan kesejahteraan remaja. Berbagai program pencegahan telah dilaksanakan, namun sebagian besar masih berfokus pada satu aspek, seperti edukasi kesehatan reproduksi atau konseling sebaya, sehingga belum mengintegrasikan komponen pemberdayaan remaja secara komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education terhadap pemberdayaan remaja dalam pencegahan pernikahan dini serta mengembangkan model pemberdayaan yang terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey terhadap 250 remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan remaja dalam pencegahan pernikahan dini (p < 0,05). Reproductive Health Awareness merupakan variabel yang memberikan kontribusi terbesar, diikuti oleh Peer Education dan Self-Efficacy. Ketiga variabel secara simultan mampu menjelaskan 53,6% variasi pemberdayaan remaja (Adjusted R² = 0,536). Remaja yang memiliki kesadaran kesehatan reproduksi yang tinggi, keyakinan diri yang baik, serta aktif mengikuti pendidikan sebaya cenderung lebih mampu menunda usia perkawinan dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi.

SELAYAR Jurnal Pengabdian Masyarakat
Yogyakarta State University (ID), Muhammadiyah University of Yogyakarta (ID)
Good health and well-being, Quality education
Openalex Percentile: Top 8%
Adolescent Sexual and Reproductive Health
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Pernikahan Dini: Peran Reproductive Health Awareness, Self-Efficacy, dan Peer Education — Siti Rahmawati, Budi Aryo Santoso · SELAYAR Jurnal Pengabdian Masyarakat (2026) | TGRS Research Map | TGRS