Perbedaan Nilai Laju Endap Darah (LED) Berdasarkan Masa Kerja, Kebiasaan Merokok, dan Penggunaan Masker Pada Pengrajin Batu Bata

ABSTRACT Brick burning produces pollutants in the form of particulate matter (PM2.5), sulphur dioxide (SO2), nitrogen oxides (NOX), and carbon monoxide (CO), which cause systemic inflammation, triggering changes in haematological parameters, such as an increase in erythrocyte sedimentation rate (ESR). This study aimed to determine the differences in ESR values based on length of service, smoking habits, and mask use among brick makers. The study used an analytical observational design with a cross-sectional design on 31 respondents using accidental sampling techniques. Respondent characteristics were obtained from questionnaire data, while ESR values were measured using the Westergren method, which is easy, simple, and standardised. The results showed that there was a significant difference in ESR values between respondents with ≤27 years and 27 years of work experience. Non-smokers had higher ESR values than smokers. Mask use did not significantly affect ESR values. Simultaneously, there was no significant difference in LED values based on length of service, smoking habits, and mask use. Overall, the LED values in each group were above normal, indicating systemic inflammation. These findings suggest that occupational exposure and individual factors contribute to high LED values in respondents, necessitating efforts to prevent and control occupational exposure risks. Keywords: Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR), Pollutants, Brick Workers, Working Period. ABSTRAK Pembakaran batu bata menghasilkan polutan berupa debu particulate matter (PM2.5), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOX), dan karbon monoksida (CO) yang menjadi penyebab terjadinya inflamasi sistemik sehingga memicu perubahan parameter hematologi, seperti peningkatan nilai laju endap darah (LED). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED berdasarkan masa kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker pada pengrajin batu bata. Penelitian dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross-sectional pada 31 responden menggunakan teknik accidental sampling. Karakteristik responden didapatkan dari data kuesioner sedangkan nilai LED diukur menggunakan metode Westergren yang mudah, sederhana, dan sesuai standar. Hasil penelitian didapatkan yaitu terdapat beda signifikan nilai LED pada responden dengan masa kerja ≤27 tahun dan 27 tahun. Responden yang tidak merokok menunjukkan nilai LED lebih tinggi dibanding perokok. Penggunaan masker tidak memberikan perbedaan signifikan pada nilai LED. Secara simultan, tidak terdapat perbedaan signifikan nilai LED berdasarkan masa kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker. Secara keseluruhan nilai LED pada setiap kelompok berada di atas nilai normal, yang mengindikasikan adanya inflamasi sistemik. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan kerja serta faktor individu berkontribusi terhadap nilai LED yang tinggi pada responden, sehingga diperlukan adanya upaya pencegahan dan pengendalian risiko paparan di lingkungan kerja. Kata Kunci: Laju Endap Darah (LED), Polutan, Pengrajin Batu Bata, Masa Kerja.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MAHESA Malahayati Health Student Journal
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i11.25216
Primary Topic
Air Quality and Health Impacts
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perbedaan Nilai Laju Endap Darah (LED) Berdasarkan Masa Kerja, Kebiasaan Merokok, dan Penggunaan Masker Pada Pengrajin Batu Bata

Retno Sulistiyowati, Defi Nurul Hayati, Titik Kusumawinakhyu, Destiana Fajar Utami et al.
MAHESA Malahayati Health Student Journal
Air Quality and Health Impacts
article

Perbedaan Nilai Laju Endap Darah (LED) Berdasarkan Masa Kerja, Kebiasaan Merokok, dan Penggunaan Masker Pada Pengrajin Batu Bata

Retno Sulistiyowati, Defi Nurul Hayati, Titik Kusumawinakhyu, Destiana Fajar Utami, Kurnia Ritma Dhanti
article en

Abstract

ABSTRACT Brick burning produces pollutants in the form of particulate matter (PM2.5), sulphur dioxide (SO2), nitrogen oxides (NOX), and carbon monoxide (CO), which cause systemic inflammation, triggering changes in haematological parameters, such as an increase in erythrocyte sedimentation rate (ESR). This study aimed to determine the differences in ESR values based on length of service, smoking habits, and mask use among brick makers. The study used an analytical observational design with a cross-sectional design on 31 respondents using accidental sampling techniques. Respondent characteristics were obtained from questionnaire data, while ESR values were measured using the Westergren method, which is easy, simple, and standardised. The results showed that there was a significant difference in ESR values between respondents with ≤27 years and 27 years of work experience. Non-smokers had higher ESR values than smokers. Mask use did not significantly affect ESR values. Simultaneously, there was no significant difference in LED values based on length of service, smoking habits, and mask use. Overall, the LED values in each group were above normal, indicating systemic inflammation. These findings suggest that occupational exposure and individual factors contribute to high LED values in respondents, necessitating efforts to prevent and control occupational exposure risks. Keywords: Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR), Pollutants, Brick Workers, Working Period. ABSTRAK Pembakaran batu bata menghasilkan polutan berupa debu particulate matter (PM2.5), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOX), dan karbon monoksida (CO) yang menjadi penyebab terjadinya inflamasi sistemik sehingga memicu perubahan parameter hematologi, seperti peningkatan nilai laju endap darah (LED). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED berdasarkan masa kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker pada pengrajin batu bata. Penelitian dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross-sectional pada 31 responden menggunakan teknik accidental sampling. Karakteristik responden didapatkan dari data kuesioner sedangkan nilai LED diukur menggunakan metode Westergren yang mudah, sederhana, dan sesuai standar. Hasil penelitian didapatkan yaitu terdapat beda signifikan nilai LED pada responden dengan masa kerja ≤27 tahun dan 27 tahun. Responden yang tidak merokok menunjukkan nilai LED lebih tinggi dibanding perokok. Penggunaan masker tidak memberikan perbedaan signifikan pada nilai LED. Secara simultan, tidak terdapat perbedaan signifikan nilai LED berdasarkan masa kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker. Secara keseluruhan nilai LED pada setiap kelompok berada di atas nilai normal, yang mengindikasikan adanya inflamasi sistemik. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan kerja serta faktor individu berkontribusi terhadap nilai LED yang tinggi pada responden, sehingga diperlukan adanya upaya pencegahan dan pengendalian risiko paparan di lingkungan kerja. Kata Kunci: Laju Endap Darah (LED), Polutan, Pengrajin Batu Bata, Masa Kerja.

MAHESA Malahayati Health Student JournalVol. 6(11)
Muhammadiyah University Purwokerto (ID)
Good health and well-being, Decent work and economic growth
Openalex Percentile: Top 17%
Air Quality and Health Impacts
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon