Pola Penggunaan Pestisida dan Kejadian Hipertensi pada Petani Bawang Merah: Studi Pendahuluan di Kabupaten Brebes

ABSTRACT Pesticide use among shallot farmers remains an important occupational and environmental health issue, particularly in intensive horticultural areas where spraying is performed repeatedly during the growing season. Unsafe pesticide-use patterns may increase exposure through inhalation and dermal contact and potentially contribute to blood pressure dysregulation. This preliminary study aimed to analyze the association between pesticide-use patterns and hypertension among shallot farmers in Brebes Regency. This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in Larangan District, Brebes Regency, in May 2026. A total of 40 shallot farmers were selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and blood pressure measurement with a digital sphygmomanometer. Hypertension was defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. The independent variables were spraying frequency, pesticide dosage, type and number of pesticides, and personal protective equipment use. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. Fisher’s exact test was used as the main basis for interpretation because several 2x2 tables had expected counts below five. The results showed that 85.0% of respondents had hypertension. Spraying frequency was significantly associated with hypertension (p = 0.021), while type and number of pesticides (p = 0.115), pesticide dosage (p = 0.602), and personal protective equipment use (p = 0.115) were not statistically significant. These findings indicate that spraying frequency may be an important preliminary indicator of pesticide exposure intensity among shallot farmers. Keywords: Hypertension, Pesticide-use Pattern, Spraying Frequency, Shallot Farmers. ABSTRAK Penggunaan pestisida pada petani bawang merah masih menjadi isu penting dalam kesehatan kerja dan kesehatan lingkungan, terutama pada wilayah hortikultura intensif yang memiliki aktivitas penyemprotan berulang selama musim tanam. Pola penggunaan pestisida yang kurang aman dapat meningkatkan pajanan melalui inhalasi maupun kontak kulit dan berpotensi berkontribusi terhadap gangguan regulasi tekanan darah. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola penggunaan pestisida dengan kejadian hipertensi pada petani bawang merah di Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes pada Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 40 petani bawang merah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Variabel bebas meliputi frekuensi penyemprotan, dosis pestisida, jenis dan jumlah pestisida, serta penggunaan APD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Fisher’s exact test digunakan sebagai dasar interpretasi utama karena beberapa tabel 2x2 memiliki expected count kurang dari lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,0% responden mengalami hipertensi. Frekuensi penyemprotan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p = 0,021), sedangkan jenis dan jumlah pestisida (p = 0,115), dosis pestisida (p = 0,602), dan penggunaan APD (p = 0,115) tidak berhubungan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan dapat menjadi indikator awal intensitas pajanan pestisida pada petani bawang merah. Kata Kunci: Hipertensi, Pola Penggunaan Pestisida, Frekuensi Penyemprotan, Petani Bawang Merah.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Malahayati Nursing Journal
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.33024/mnj.v8i11.26672
Primary Topic
Pesticide Exposure and Toxicity
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pola Penggunaan Pestisida dan Kejadian Hipertensi pada Petani Bawang Merah: Studi Pendahuluan di Kabupaten Brebes

Yudhy Dharmawan, Suhartono Suhartono, Mirza Fathan Fuadi, Mursid Raharjo
1 links
Malahayati Nursing Journal
Pesticide Exposure and Toxicity
article

Pola Penggunaan Pestisida dan Kejadian Hipertensi pada Petani Bawang Merah: Studi Pendahuluan di Kabupaten Brebes

Yudhy Dharmawan, Suhartono Suhartono, Mirza Fathan Fuadi, Mursid Raharjo
article en

Abstract

ABSTRACT Pesticide use among shallot farmers remains an important occupational and environmental health issue, particularly in intensive horticultural areas where spraying is performed repeatedly during the growing season. Unsafe pesticide-use patterns may increase exposure through inhalation and dermal contact and potentially contribute to blood pressure dysregulation. This preliminary study aimed to analyze the association between pesticide-use patterns and hypertension among shallot farmers in Brebes Regency. This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in Larangan District, Brebes Regency, in May 2026. A total of 40 shallot farmers were selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and blood pressure measurement with a digital sphygmomanometer. Hypertension was defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. The independent variables were spraying frequency, pesticide dosage, type and number of pesticides, and personal protective equipment use. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. Fisher’s exact test was used as the main basis for interpretation because several 2x2 tables had expected counts below five. The results showed that 85.0% of respondents had hypertension. Spraying frequency was significantly associated with hypertension (p = 0.021), while type and number of pesticides (p = 0.115), pesticide dosage (p = 0.602), and personal protective equipment use (p = 0.115) were not statistically significant. These findings indicate that spraying frequency may be an important preliminary indicator of pesticide exposure intensity among shallot farmers. Keywords: Hypertension, Pesticide-use Pattern, Spraying Frequency, Shallot Farmers. ABSTRAK Penggunaan pestisida pada petani bawang merah masih menjadi isu penting dalam kesehatan kerja dan kesehatan lingkungan, terutama pada wilayah hortikultura intensif yang memiliki aktivitas penyemprotan berulang selama musim tanam. Pola penggunaan pestisida yang kurang aman dapat meningkatkan pajanan melalui inhalasi maupun kontak kulit dan berpotensi berkontribusi terhadap gangguan regulasi tekanan darah. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola penggunaan pestisida dengan kejadian hipertensi pada petani bawang merah di Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes pada Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 40 petani bawang merah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Variabel bebas meliputi frekuensi penyemprotan, dosis pestisida, jenis dan jumlah pestisida, serta penggunaan APD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Fisher’s exact test digunakan sebagai dasar interpretasi utama karena beberapa tabel 2x2 memiliki expected count kurang dari lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,0% responden mengalami hipertensi. Frekuensi penyemprotan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p = 0,021), sedangkan jenis dan jumlah pestisida (p = 0,115), dosis pestisida (p = 0,602), dan penggunaan APD (p = 0,115) tidak berhubungan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan dapat menjadi indikator awal intensitas pajanan pestisida pada petani bawang merah. Kata Kunci: Hipertensi, Pola Penggunaan Pestisida, Frekuensi Penyemprotan, Petani Bawang Merah.

Malahayati Nursing JournalVol. 8(11)
Diponegoro University (ID)
Good health and well-being, Zero hunger
Openalex Percentile: Top 15%
Pesticide Exposure and Toxicity
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon