Mengurai Kesenjangan Kesiapsiagaan dan Tantangan Sistem Kesehatan di Luar Faktor Vaksinasi Pada Wabah Campak Global

ABSTRACT Measles has re-emerged as a major global public health threat despite the availability of a safe and effective vaccine. Recent outbreaks in both high- and low-income countries indicate that the resurgence of measles is driven not only by declining immunization coverage but also by broader weaknesses in preparedness systems, surveillance capacity, governance, and public trust. Existing evidence remains fragmented and largely focused on vaccination coverage alone. This systematic review aimed to synthesize global evidence on preparedness gaps and health system challenges contributing to measles outbreaks beyond immunization factors. The review followed the PRISMA 2020 guidelines and included peer-reviewed studies published between 2016 and 2026 retrieved from PubMed, ProQuest, and Google Scholar. Eligible studies comprised outbreak investigations, outbreak response evaluations, and empirical public health research, while grey literature and institutional reports were excluded. Data were analyzed using narrative and thematic synthesis, and study quality was assessed using the JBI, CASP, and MMAT appraisal tools according to study design. A total of 18 studies from diverse geographic and socioeconomic settings were included. The findings identified interconnected preparedness gaps contributing to measles outbreaks, including declining and inequitable vaccination coverage, weak surveillance systems with delayed outbreak detection, limited operational readiness, fragmented intersectoral coordination, inadequate laboratory and logistics capacity, and persistent vaccine hesitancy driven by misinformation and low public trust. Vulnerable populations, particularly migrants, displaced communities, and populations living in conflict-affected settings, experienced disproportionately higher outbreak burdens. The evidence also highlighted the importance of rapid response systems, decentralized health services, community-centered risk communication, and digital immunization and surveillance technologies in strengthening outbreak control. These findings indicate that measles outbreaks persist not only because of insufficient vaccination coverage but also because of systemic weaknesses in preparedness and health system resilience. Strengthening integrated immunization and surveillance systems, responsive governance, operational readiness, trusted risk communication, equitable access to healthcare services, and digital health innovation is essential to sustain measles elimination and improve preparedness for future outbreaks. Keywords: Measles Outbreak, Preparedness Gaps, Health System Challenges, Surveillance, Health System Resilience. ABSTRAK Campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global meskipun vaksin yang aman dan efektif telah tersedia selama beberapa dekade. Meningkatnya kejadian wabah di berbagai negara, baik berpenghasilan tinggi maupun rendah, menunjukkan bahwa kemunculan kembali campak tidak hanya dipengaruhi oleh menurunnya cakupan imunisasi, tetapi juga oleh kelemahan sistem kesiapsiagaan, kapasitas surveilans, tata kelola, serta rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Bukti ilmiah yang tersedia masih terfragmentasi dan sebagian besar hanya berfokus pada cakupan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti global mengenai kesenjangan kesiapsiagaan dan tantangan sistem kesehatan yang berkontribusi terhadap terjadinya wabah campak di luar faktor imunisasi. Penelitian menggunakan metode systematic review yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel yang ditelaah merupakan artikel peer-reviewed yang dipublikasikan pada periode 2016–2026 dan diperoleh dari basis data PubMed, ProQuest, dan Google Scholar. Studi yang memenuhi kriteria meliputi investigasi wabah, evaluasi respons wabah, dan penelitian empiris di bidang kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan wabah campak, sedangkan literatur abu-abu dan laporan institusional tidak disertakan. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif dan tematik, sedangkan kualitas studi dinilai menggunakan instrumen JBI, CASP, dan MMAT sesuai dengan desain penelitian. Sebanyak 18 studi dari berbagai wilayah geografis dan kondisi sosial ekonomi diikutsertakan dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai kesenjangan kesiapsiagaan yang saling berkaitan dalam terjadinya wabah campak, meliputi rendah dan tidak meratanya cakupan imunisasi, lemahnya sistem surveilans dan keterlambatan deteksi wabah, keterbatasan kesiapan operasional, lemahnya koordinasi lintas sektor, terbatasnya kapasitas laboratorium dan logistik, serta tingginya keraguan terhadap vaksin yang dipengaruhi oleh misinformasi dan rendahnya kepercayaan masyarakat. Kelompok rentan, seperti migran, masyarakat terdampak perpindahan penduduk, dan populasi di wilayah konflik, mengalami beban wabah yang lebih besar dibandingkan kelompok lainnya. Selain itu, berbagai studi menunjukkan bahwa sistem respons cepat, layanan kesehatan yang terdesentralisasi, komunikasi risiko berbasis komunitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam imunisasi dan surveilans berperan penting dalam memperkuat pengendalian wabah. Temuan ini menunjukkan bahwa wabah campak tidak hanya disebabkan oleh rendahnya cakupan vaksinasi, tetapi juga oleh kelemahan sistemik dalam kesiapsiagaan dan ketahanan sistem kesehatan. Oleh karena itu, upaya pencegahan wabah memerlukan penguatan sistem imunisasi dan surveilans yang terintegrasi, tata kelola yang responsif, kesiapan operasional, komunikasi risiko yang terpercaya, pemerataan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan inovasi teknologi digital guna mempertahankan eliminasi campak dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi wabah di masa mendatang. Kata Kunci: Wabah Campak, Kesiapsiagaan, Tantangan Sistem Kesehatan, Surveilans, Ketahanan Sistem Kesehatan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Malahayati Nursing Journal
Published
2026-10-30
DOI
https://doi.org/10.33024/mnj.v8i11.26860
Primary Topic
Virology and Viral Diseases
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Mengurai Kesenjangan Kesiapsiagaan dan Tantangan Sistem Kesehatan di Luar Faktor Vaksinasi Pada Wabah Campak Global

Salman Faris
3 links
Malahayati Nursing Journal
Virology and Viral Diseases
article

Mengurai Kesenjangan Kesiapsiagaan dan Tantangan Sistem Kesehatan di Luar Faktor Vaksinasi Pada Wabah Campak Global

Salman Faris
article en

Abstract

ABSTRACT Measles has re-emerged as a major global public health threat despite the availability of a safe and effective vaccine. Recent outbreaks in both high- and low-income countries indicate that the resurgence of measles is driven not only by declining immunization coverage but also by broader weaknesses in preparedness systems, surveillance capacity, governance, and public trust. Existing evidence remains fragmented and largely focused on vaccination coverage alone. This systematic review aimed to synthesize global evidence on preparedness gaps and health system challenges contributing to measles outbreaks beyond immunization factors. The review followed the PRISMA 2020 guidelines and included peer-reviewed studies published between 2016 and 2026 retrieved from PubMed, ProQuest, and Google Scholar. Eligible studies comprised outbreak investigations, outbreak response evaluations, and empirical public health research, while grey literature and institutional reports were excluded. Data were analyzed using narrative and thematic synthesis, and study quality was assessed using the JBI, CASP, and MMAT appraisal tools according to study design. A total of 18 studies from diverse geographic and socioeconomic settings were included. The findings identified interconnected preparedness gaps contributing to measles outbreaks, including declining and inequitable vaccination coverage, weak surveillance systems with delayed outbreak detection, limited operational readiness, fragmented intersectoral coordination, inadequate laboratory and logistics capacity, and persistent vaccine hesitancy driven by misinformation and low public trust. Vulnerable populations, particularly migrants, displaced communities, and populations living in conflict-affected settings, experienced disproportionately higher outbreak burdens. The evidence also highlighted the importance of rapid response systems, decentralized health services, community-centered risk communication, and digital immunization and surveillance technologies in strengthening outbreak control. These findings indicate that measles outbreaks persist not only because of insufficient vaccination coverage but also because of systemic weaknesses in preparedness and health system resilience. Strengthening integrated immunization and surveillance systems, responsive governance, operational readiness, trusted risk communication, equitable access to healthcare services, and digital health innovation is essential to sustain measles elimination and improve preparedness for future outbreaks. Keywords: Measles Outbreak, Preparedness Gaps, Health System Challenges, Surveillance, Health System Resilience. ABSTRAK Campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global meskipun vaksin yang aman dan efektif telah tersedia selama beberapa dekade. Meningkatnya kejadian wabah di berbagai negara, baik berpenghasilan tinggi maupun rendah, menunjukkan bahwa kemunculan kembali campak tidak hanya dipengaruhi oleh menurunnya cakupan imunisasi, tetapi juga oleh kelemahan sistem kesiapsiagaan, kapasitas surveilans, tata kelola, serta rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Bukti ilmiah yang tersedia masih terfragmentasi dan sebagian besar hanya berfokus pada cakupan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti global mengenai kesenjangan kesiapsiagaan dan tantangan sistem kesehatan yang berkontribusi terhadap terjadinya wabah campak di luar faktor imunisasi. Penelitian menggunakan metode systematic review yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel yang ditelaah merupakan artikel peer-reviewed yang dipublikasikan pada periode 2016–2026 dan diperoleh dari basis data PubMed, ProQuest, dan Google Scholar. Studi yang memenuhi kriteria meliputi investigasi wabah, evaluasi respons wabah, dan penelitian empiris di bidang kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan wabah campak, sedangkan literatur abu-abu dan laporan institusional tidak disertakan. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif dan tematik, sedangkan kualitas studi dinilai menggunakan instrumen JBI, CASP, dan MMAT sesuai dengan desain penelitian. Sebanyak 18 studi dari berbagai wilayah geografis dan kondisi sosial ekonomi diikutsertakan dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai kesenjangan kesiapsiagaan yang saling berkaitan dalam terjadinya wabah campak, meliputi rendah dan tidak meratanya cakupan imunisasi, lemahnya sistem surveilans dan keterlambatan deteksi wabah, keterbatasan kesiapan operasional, lemahnya koordinasi lintas sektor, terbatasnya kapasitas laboratorium dan logistik, serta tingginya keraguan terhadap vaksin yang dipengaruhi oleh misinformasi dan rendahnya kepercayaan masyarakat. Kelompok rentan, seperti migran, masyarakat terdampak perpindahan penduduk, dan populasi di wilayah konflik, mengalami beban wabah yang lebih besar dibandingkan kelompok lainnya. Selain itu, berbagai studi menunjukkan bahwa sistem respons cepat, layanan kesehatan yang terdesentralisasi, komunikasi risiko berbasis komunitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam imunisasi dan surveilans berperan penting dalam memperkuat pengendalian wabah. Temuan ini menunjukkan bahwa wabah campak tidak hanya disebabkan oleh rendahnya cakupan vaksinasi, tetapi juga oleh kelemahan sistemik dalam kesiapsiagaan dan ketahanan sistem kesehatan. Oleh karena itu, upaya pencegahan wabah memerlukan penguatan sistem imunisasi dan surveilans yang terintegrasi, tata kelola yang responsif, kesiapan operasional, komunikasi risiko yang terpercaya, pemerataan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan inovasi teknologi digital guna mempertahankan eliminasi campak dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi wabah di masa mendatang. Kata Kunci: Wabah Campak, Kesiapsiagaan, Tantangan Sistem Kesehatan, Surveilans, Ketahanan Sistem Kesehatan.

Malahayati Nursing JournalVol. 8(11)
University of Mataram (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 12%
Virology and Viral Diseases
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon