Perbandingan Efektivitas Penggunaan Buku Kia dan Aplikasi Iposyandu Terhadap Data Asuhan Kebidanan Berkelanjutan: A Scoping Review
ABSTRACT The digital transformation of health in Indonesia introduces a new paradigm in maternal and child health recording, shifting the dominance of the conventional Maternal and Child Health (MCH) Handbook towards digital applications such as Posyandu. A comparative evaluation between these two instruments is required to determine the best strategy for supporting Continuity of Midwifery Care. This study aims to compare the effectiveness of the MCH Handbook and midwives' digital applications in terms of data quality, early clinical detection, and continuity of care.This study employed a scoping review design using the PRISMA-ScR framework. Literature searches were conducted in PubMed, Scopus, and Google Scholar, focusing on studies in Low and Middle-Income Countries (LMICs), particularly Indonesia. Nine selected articles were thematically analyzed. The findings reveal a complementary dichotomy of strengths. Digital applications proved more effective in clinical and managerial aspects, characterized by accurate Early Warning Systems for detecting pregnancy risk, automatic validation of stunting data, and the ability to bridge community data to national policy. Conversely, the physical MCH Handbook holds supremacy in the psychosocial dimension, playing a crucial role in enhancing mother-child bonding, family communication, and ensuring inclusive access in are as with limited technological infrastructure. Digitalization and manual methods are not mutually exclusive options. This study recommends a hybrid integration mode l: the mandatory use of digital applications for midwives for data integrity and risk detection, while maintaining the physical MCH Handbook as a family-based education medium and health record. Keywords: MCH Handbook, Posyandu Digital Transformation, Continuity of Midwifery Care. ABSTRAK Transformasi digital dalam sistem kesehatan di Indonesia membawa paradigma baru dalam pencatatan kesehatan ibu dan anak. Hal ini menggeser penggunaan Buku KIA konvensional ke aplikasi digital seperti iPosyandu. Evaluasi perbandingan keduanya penting untuk menentukan strategi terbaik mendukung Asuhan Kebidanan Berkelanjutan. Penelitian ini membandingkan efektivitas Buku KIA dan aplikasi digital dari aspek kualitas data, deteksi dini klinis, serta keberlanjutan perawatan. Menggunakan desain scoping review berbasis kerangka PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, dan Google Scholar, fokus pada negara berkembang, khususnya Indonesia. Sebanyak 9 artikel dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan adanya keunggulan yang saling melengkapi. Aplikasi digital lebih efektif dalam bidang klinis dan manajerial, misalnya melalui akurasi Sistem Peringatan Dini untuk risiko kehamilan dan otomatisasi validasi data stunting, serta kemampuannya menghubungkan data komunitas dan kebijakan nasional. Sebaliknya, Buku KIA fisik unggul dalam aspek psikososial, meningkatkan ikatan ibu dan anak, komunikasi keluarga, dan memastikan akses di wilayah dengan infrastruktur teknologi terbatas. Digitalisasi dan metode manual tidak saling menggantikan. Model integrasi hibrida disarankan aplikasi digital wajib digunakan bidan untuk menjaga integritas data dan deteksi risiko, sedangkan Buku KIA fisik tetap dipakai sebagai media edukasi dan rekam jejak berbasis keluarga. Kata Kunci: Buku KIA, Posyandu, Transformasi Digital, Asuhan Kebidanan Berkelanjutan.
Authors
- Shelly Iskandar (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-5871-700X)
- Nuryudica Harefa (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-4354-430X)
- Firman Fuad Wirakusumah
Institutions
- Padjadjaran University (ID)
Publication Details
- Journal
- MAHESA Malahayati Health Student Journal
- Published
- 2026-10-30
- DOI
- https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i11.25060
- Primary Topic
- Mobile Health and mHealth Applications
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00