Peran Treadmill Stress Test (TMT) Sebagai Alat Skrining Non-invasif untuk Deteksi CAD Signifikan

Latar Belakang: Penyakit arteri koroner (CAD) masih menjadi penyebab utama kematian dan morbiditas di seluruh dunia. Diperlukannya metode deteksi dini yang akurat, terjangkau, dan aplikatif di berbagai pelayanan kesehatan. Salah satu pendekatan umum namun tetap relevan adalah Treadmill Stress Test (TMT), yang menilai iskemia miokardial berdasarkan perubahan segmen ST, kapasitas latihan, dan respons fisiologis pasien terhadap stres fisik. Meskipun teknologi pencitraan modern seperti CT angiografi dan ekokardiografi stres menawarkan akurasi yang lebih tinggi, namun keterbatasan biaya, akses yang mudah, dan kebutuhan logistik (meliputi sumber daya manusia dan biaya operasional) menjadikan TMT tetap lebih unggul sebagai pilihan awal, terutama di populasi risiko rendah hingga sedang. Selain itu, pola deviasi EKG yang muncul pada lead tertentu selama TMT dapat memberikan petunjuk terhadap lokasi anatomi lesi arteri koroner. Tujuan: Kajian ini bertujuan menelaah peran TMT sebagai alat skrining non-invasif dalam mendeteksi stenosis koroner signifikan (≥50%) serta mengevaluasi kemampuannya dalam memperkirakan lokasi lesi pada arteri utama. Data dikaji dari studi-studi yang membandingkan kinerja TMT dengan angiografi koroner invasif. Kesimpulan: TMT menunjukkan nilai prediktif negatif yang tinggi (hingga 90%) dalam menyingkirkan CAD signifikan, menjadikannya alat skrining yang efisien untuk populasi risiko rendah hingga menengah. Sensitivitas dan spesifisitasnya masing-masing berkisar antara 60–75% dan 70–85%, tergantung protokol dan karakteristik pasien. Identifikasi pola ST pada lead anterior dan inferior membantu memprediksi keterlibatan arteri koroner spesifik. Dengan keunggulan biaya, aksesibilitas, serta nilai prognostik fungsional, TMT tetap menjadi alat skrining yang penting dan relevan dalam era kedokteran modern.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan
Published
2026-10-29
DOI
https://doi.org/10.11594/jk-risk.06.1.6
Primary Topic
Cardiac Imaging and Diagnostics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Treadmill Stress Test (TMT) Sebagai Alat Skrining Non-invasif untuk Deteksi CAD Signifikan

Cholid Tri Tjahjono, Anna Fuji Rahimah, Savitri Sirait
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan
Cardiac Imaging and Diagnostics
article

Peran Treadmill Stress Test (TMT) Sebagai Alat Skrining Non-invasif untuk Deteksi CAD Signifikan

Cholid Tri Tjahjono, Anna Fuji Rahimah, Savitri Sirait
article en

Abstract

Latar Belakang: Penyakit arteri koroner (CAD) masih menjadi penyebab utama kematian dan morbiditas di seluruh dunia. Diperlukannya metode deteksi dini yang akurat, terjangkau, dan aplikatif di berbagai pelayanan kesehatan. Salah satu pendekatan umum namun tetap relevan adalah Treadmill Stress Test (TMT), yang menilai iskemia miokardial berdasarkan perubahan segmen ST, kapasitas latihan, dan respons fisiologis pasien terhadap stres fisik. Meskipun teknologi pencitraan modern seperti CT angiografi dan ekokardiografi stres menawarkan akurasi yang lebih tinggi, namun keterbatasan biaya, akses yang mudah, dan kebutuhan logistik (meliputi sumber daya manusia dan biaya operasional) menjadikan TMT tetap lebih unggul sebagai pilihan awal, terutama di populasi risiko rendah hingga sedang. Selain itu, pola deviasi EKG yang muncul pada lead tertentu selama TMT dapat memberikan petunjuk terhadap lokasi anatomi lesi arteri koroner. Tujuan: Kajian ini bertujuan menelaah peran TMT sebagai alat skrining non-invasif dalam mendeteksi stenosis koroner signifikan (≥50%) serta mengevaluasi kemampuannya dalam memperkirakan lokasi lesi pada arteri utama. Data dikaji dari studi-studi yang membandingkan kinerja TMT dengan angiografi koroner invasif. Kesimpulan: TMT menunjukkan nilai prediktif negatif yang tinggi (hingga 90%) dalam menyingkirkan CAD signifikan, menjadikannya alat skrining yang efisien untuk populasi risiko rendah hingga menengah. Sensitivitas dan spesifisitasnya masing-masing berkisar antara 60–75% dan 70–85%, tergantung protokol dan karakteristik pasien. Identifikasi pola ST pada lead anterior dan inferior membantu memprediksi keterlibatan arteri koroner spesifik. Dengan keunggulan biaya, aksesibilitas, serta nilai prognostik fungsional, TMT tetap menjadi alat skrining yang penting dan relevan dalam era kedokteran modern.

Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan
University of Brawijaya (ID)
Openalex Percentile: Top 13%
Cardiac Imaging and Diagnostics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon