Membaca Ulang Transformasi Digital Pendidikan Tinggi melalui Lensa Total Quality Management
Transformasi digital mendorong perguruan tinggi menerapkan platform pembelajaran, sistem informasi terintegrasi, dan layanan berbasis data. Namun, penggunaan teknologi tidak dengan sendirinya menghasilkan peningkatan mutu akademik. Artikel ini mengkaji kesenjangan antara digitalisasi dan budaya mutu pendidikan tinggi melalui perspektif Total Quality Management (TQM). Penelitian menggunakan kajian literatur konseptual terhadap publikasi ilmiah, terutama periode 2020 hingga 2026, dengan analisis tematik mengenai transformasi digital, budaya mutu, kepemimpinan, partisipasi pemangku kepentingan, dan perbaikan berkelanjutan. Sintesis menunjukkan empat risiko yang berulang, yaitu ukuran keberhasilan yang berpusat pada teknologi, tata kelola digital yang terfragmentasi, terbatasnya keterlibatan dosen dan mahasiswa, serta penggunaan data evaluasi yang lebih menekankan pemenuhan administrasi. Dalam perspektif TQM, infrastruktur digital berkontribusi pada mutu apabila terhubung dengan standar bersama, pengambilan keputusan berbasis bukti, kolaborasi lintas unit, dan siklus perbaikan berkelanjutan. Artikel menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan kapabilitas digital, budaya mutu, dan siklus Plan-Do-Check-Act. Kerangka tersebut merupakan proposisi analitis, bukan model yang telah diuji secara empiris. Digitalisasi perlu dinilai dari perbaikan pembelajaran, keandalan layanan, inklusivitas, dan akuntabilitas institusi, bukan sekadar jumlah aplikasi yang digunakan.
Authors
- Fathur Rokhman (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-3341-021X)
- Eko Handoyo (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-1953-8233)
- Gunawan Tjokro (ORCID: https://orcid.org/0009-0003-2479-0924)
- Mochammad Nasim
Institutions
- State University of Semarang (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Prima Manajemen
- Published
- 2026-10-28
- Primary Topic
- Educational Innovations and Challenges
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00