Dinamika Pengawasan dan Respon Komunitas Sekolah Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Perspektif Pendidik, Peserta Didik, dan Orang Tua

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan MBG dirasakan oleh siswa, guru, dan orang tua serta melihat kaitannya dengan pengeluaran makan dan kondisi harga pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan pada 24 September 2026 dengan tujuh informan yang terdiri dari satu guru, empat siswa, dan dua orang tua siswa. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan membandingkan informasi dari ketiga kelompok informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG mendapat tanggapan yang cukup positif, terutama karena makanan yang diberikan membantu siswa merasa kenyang lebih lama dan membuat orang tua tidak terlalu sering memberikan uang tambahan untuk membeli makanan di sekolah. Namun, penerimaan siswa terhadap menu masih berbeda-beda. Sebagian siswa menyukai makanan yang diberikan karena dianggap enak dan bersih, sedangkan sebagian lainnya masih memilih-milih makanan, menyisakan, bahkan membuang makanan yang tidak disukai. Ayam menjadi salah satu menu yang paling disukai, sedangkan ikan dan kentang kurang diminati. Pelaksanaan MBG juga mengalami perubahan dari pemberian snack menjadi makanan utama setelah adanya masukan dari siswa. Selain itu, masih ditemukan kendala dalam ketertiban saat pembagian makanan. Di tengah kenaikan harga berbagai bahan pangan, MBG dirasakan cukup membantu mengurangi sebagian pengeluaran makan keluarga. Dengan demikian, MBG memberikan manfaat bagi siswa dan orang tua, tetapi pelaksanaannya masih perlu diperbaiki terutama dalam hal variasi menu, kesesuaian dengan selera siswa, pengurangan makanan yang terbuang, dan ketertiban pembagian makanan.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Published
2026-10-28
Primary Topic
Poverty, Education, and Child Welfare
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Dinamika Pengawasan dan Respon Komunitas Sekolah Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Perspektif Pendidik, Peserta Didik, dan Orang Tua

Suryani Rajagukguk, Sopa Marwah Rangkuti, Jessica Dewi Yanti Simamora, Ester Inda Hutabalian et al.
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Poverty, Education, and Child Welfare
article

Dinamika Pengawasan dan Respon Komunitas Sekolah Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Perspektif Pendidik, Peserta Didik, dan Orang Tua

Suryani Rajagukguk, Sopa Marwah Rangkuti, Jessica Dewi Yanti Simamora, Ester Inda Hutabalian, Afrilia Lestari, Ivan Marcellus Gultom, Muhammad Yafizham Lubis
article en

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan MBG dirasakan oleh siswa, guru, dan orang tua serta melihat kaitannya dengan pengeluaran makan dan kondisi harga pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan pada 24 September 2026 dengan tujuh informan yang terdiri dari satu guru, empat siswa, dan dua orang tua siswa. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan membandingkan informasi dari ketiga kelompok informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG mendapat tanggapan yang cukup positif, terutama karena makanan yang diberikan membantu siswa merasa kenyang lebih lama dan membuat orang tua tidak terlalu sering memberikan uang tambahan untuk membeli makanan di sekolah. Namun, penerimaan siswa terhadap menu masih berbeda-beda. Sebagian siswa menyukai makanan yang diberikan karena dianggap enak dan bersih, sedangkan sebagian lainnya masih memilih-milih makanan, menyisakan, bahkan membuang makanan yang tidak disukai. Ayam menjadi salah satu menu yang paling disukai, sedangkan ikan dan kentang kurang diminati. Pelaksanaan MBG juga mengalami perubahan dari pemberian snack menjadi makanan utama setelah adanya masukan dari siswa. Selain itu, masih ditemukan kendala dalam ketertiban saat pembagian makanan. Di tengah kenaikan harga berbagai bahan pangan, MBG dirasakan cukup membantu mengurangi sebagian pengeluaran makan keluarga. Dengan demikian, MBG memberikan manfaat bagi siswa dan orang tua, tetapi pelaksanaannya masih perlu diperbaiki terutama dalam hal variasi menu, kesesuaian dengan selera siswa, pengurangan makanan yang terbuang, dan ketertiban pembagian makanan.

Jurnal Intelek Insan Cendikia
Openalex Percentile: Top 8%
Poverty, Education, and Child Welfare
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon