Analisis Perubahan Luas Sawah Tahun 2017–2025 di Wilayah Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Menggunakan Random Forest
This study analyzes mapped rice-field area changes in Margokaton and Tirtoadi in 2017, 2020, and 2025 within the Yogyakarta–Bawen Toll Road development area. Sentinel-2 imagery was preprocessed in Google Earth Engine and classified using Random Forest in QGIS through Orfeo ToolBox. The 2017 and 2020 maps were evaluated against image-interpreted reference data, whereas the 2025 map was evaluated using field observations collected in April 2026. Recalculation of the reported confusion matrices yielded overall accuracies of 78.59–98.02% and Kappa coefficients of 0.6965–0.9575. Mapped rice-field area in Margokaton changed from 358.88 ha to 303.24 ha and 309.04 ha, representing a net decrease of 49.84 ha. In Tirtoadi, it declined from 342.76 ha to 265.77 ha and 235.72 ha, representing a net decrease of 107.04 ha. The 2025 open-land class covered 14.95 ha in Margokaton and 28.65 ha in Tirtoadi. These figures represent total mapped open land and do not directly quantify rice-field conversion attributable to toll-road construction. Interpretation should account for spectral uncertainty, differences in image products, and reference-data sources. The mapped areas have not been adjusted for classification error and can support prioritization of locations for land-use change verification. Keywords: Random Forest; Sentinel-2; rice fields; land-use change; toll road. INTISARI Penelitian ini menganalisis perubahan luas sawah terpetakan di Kalurahan Margokaton dan Tirtoadi pada tahun 2017, 2020, dan 2025 di wilayah pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Citra Sentinel-2 dipraproses melalui Google Earth Engine dan diklasifikasikan menggunakan Random Forest pada QGIS melalui Orfeo ToolBox. Evaluasi peta tahun 2017 dan 2020 menggunakan data referensi berbasis interpretasi citra, sedangkan evaluasi peta tahun 2025 menggunakan pemeriksaan lapangan pada April 2026. Hitung ulang matriks konfusi menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 78,59–98,02% dan koefisien Kappa 0,6965–0,9575. Luas sawah terpetakan di Margokaton berubah dari 358,88 ha menjadi 303,24 ha dan 309,04 ha, dengan penurunan bersih 49,84 ha. Di Tirtoadi, luas sawah menurun dari 342,76 ha menjadi 265,77 ha dan 235,72 ha, dengan penurunan bersih 107,04 ha. Kelas tanah terbuka pada tahun 2025 mencakup 14,95 ha di Margokaton dan 28,65 ha di Tirtoadi. Angka tersebut merupakan luas seluruh kelas tanah terbuka, bukan secara langsung luas konversi sawah akibat jalan tol. Interpretasi perubahan perlu mempertimbangkan ketidakpastian spektral, perbedaan produk citra, dan sumber data validasi. Hasil berupa luas terpetakan tanpa koreksi galat dan dapat digunakan untuk menentukan lokasi prioritas verifikasi perubahan penggunaan tanah. Kata kunci: Random Forest; Sentinel-2; sawah; perubahan penggunaan tanah; jalan tol.
Authors
- Ardhi Arnanto (ORCID: https://orcid.org/0009-0005-0449-1235)
- Priyo Katon Prasetyo
- Rheine Aura Shelli Mariska Ardawati
Institutions
- Politeknik Agraria STPN (ID)
Publication Details
- Journal
- Kadaster Journal of Land Information Technology
- Published
- 2026-10-29
- DOI
- https://doi.org/10.31292/kadaster.v4i1.116
- Primary Topic
- Remote Sensing and Land Use
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00