UJI KEBOCORAN LEAD APRON DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PEKANBARU

ABSTRACT Lead apron inspection is essential for protection against radiation exposure, but damage to internal shielding may not always be detected through physical examination. Evaluating lead aprons at the Radiology Installation of Bhayangkara Hospital Pekanbaru is important for assessing their suitability and supporting radiation safety. This study aimed to identify damage in two lead aprons using radiography and assess their suitability according to the criteria applied. This descriptive study examined the aprons using a Computed Radiography (CR) system. Images were acquired at 70 kV, 20 mAs, and a focus-to-film distance of 100 cm. Each apron was divided into six quadrants to map the location and extent of damage. Results showed that apron code 1 had a damaged area of 89,515.673 mm², while code 2 had 25,670.231 mm² of damage. Damage was detected across several quadrants, with varying affected areas. According to the criteria applied, both aprons were categorized as unsuitable for use. These findings indicate that radiographic inspection can help detect internal damage that may not be visible during physical examination. Periodic inspections and appropriate storage practices are needed to support protective-equipment maintenance and improve radiation safety for staff and patients. ABSTRAK Pemeriksaan kelayakan lead apron penting untuk memastikan perlindungan terhadap paparan radiasi, tetapi kerusakan pada lapisan pelindung internal tidak selalu dapat dikenali melalui pemeriksaan fisik. Kondisi lead apron di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru perlu dievaluasi sebagai dasar penilaian kelayakan dan penguatan keselamatan radiasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebocoran atau kerusakan pada dua lead apron menggunakan teknik radiografi serta menilai kelayakannya berdasarkan kriteria yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui pemeriksaan radiografi dengan sistem Computed Radiography (CR). Pengambilan citra dilakukan pada tegangan 70 kV, arus-waktu 20 mAs, dan jarak fokus ke film 100 cm. Setiap lead apron dibagi menjadi enam kuadran untuk memetakan lokasi dan luas kerusakan yang teridentifikasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lead apron kode 1 memiliki luas kerusakan total 89.515,673 mm², sedangkan kode 2 memiliki luas kerusakan 25.670,231 mm². Kerusakan ditemukan pada beberapa kuadran dengan luasan yang berbeda. Berdasarkan kriteria kelayakan yang diterapkan dalam penelitian, kedua lead apron dikategorikan tidak layak digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi dapat membantu mengidentifikasi kerusakan internal yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Pemeriksaan berkala dan penyimpanan yang tepat perlu diterapkan untuk mendukung pemeliharaan alat pelindung radiasi serta keselamatan petugas dan pasien.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Published
2026-10-28
DOI
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.16484
Primary Topic
Radiation Dose and Imaging
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

UJI KEBOCORAN LEAD APRON DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PEKANBARU

Danil Hulmansyah, Marido Bisra, Yuddie Indra Setyawan, Nur Atika Hidayati et al.
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Radiation Dose and Imaging
article

UJI KEBOCORAN LEAD APRON DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PEKANBARU

Danil Hulmansyah, Marido Bisra, Yuddie Indra Setyawan, Nur Atika Hidayati, Aulia Annisa
article en

Abstract

ABSTRACT Lead apron inspection is essential for protection against radiation exposure, but damage to internal shielding may not always be detected through physical examination. Evaluating lead aprons at the Radiology Installation of Bhayangkara Hospital Pekanbaru is important for assessing their suitability and supporting radiation safety. This study aimed to identify damage in two lead aprons using radiography and assess their suitability according to the criteria applied. This descriptive study examined the aprons using a Computed Radiography (CR) system. Images were acquired at 70 kV, 20 mAs, and a focus-to-film distance of 100 cm. Each apron was divided into six quadrants to map the location and extent of damage. Results showed that apron code 1 had a damaged area of 89,515.673 mm², while code 2 had 25,670.231 mm² of damage. Damage was detected across several quadrants, with varying affected areas. According to the criteria applied, both aprons were categorized as unsuitable for use. These findings indicate that radiographic inspection can help detect internal damage that may not be visible during physical examination. Periodic inspections and appropriate storage practices are needed to support protective-equipment maintenance and improve radiation safety for staff and patients. ABSTRAK Pemeriksaan kelayakan lead apron penting untuk memastikan perlindungan terhadap paparan radiasi, tetapi kerusakan pada lapisan pelindung internal tidak selalu dapat dikenali melalui pemeriksaan fisik. Kondisi lead apron di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru perlu dievaluasi sebagai dasar penilaian kelayakan dan penguatan keselamatan radiasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebocoran atau kerusakan pada dua lead apron menggunakan teknik radiografi serta menilai kelayakannya berdasarkan kriteria yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui pemeriksaan radiografi dengan sistem Computed Radiography (CR). Pengambilan citra dilakukan pada tegangan 70 kV, arus-waktu 20 mAs, dan jarak fokus ke film 100 cm. Setiap lead apron dibagi menjadi enam kuadran untuk memetakan lokasi dan luas kerusakan yang teridentifikasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lead apron kode 1 memiliki luas kerusakan total 89.515,673 mm², sedangkan kode 2 memiliki luas kerusakan 25.670,231 mm². Kerusakan ditemukan pada beberapa kuadran dengan luasan yang berbeda. Berdasarkan kriteria kelayakan yang diterapkan dalam penelitian, kedua lead apron dikategorikan tidak layak digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi dapat membantu mengidentifikasi kerusakan internal yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Pemeriksaan berkala dan penyimpanan yang tepat perlu diterapkan untuk mendukung pemeliharaan alat pelindung radiasi serta keselamatan petugas dan pasien.

HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu KesehatanVol. 5(4)
Universitas Awal Bros (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 13%
Radiation Dose and Imaging
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon