Pengembangan Model Layanan Psikologis Terintegrasi bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN): Dinamika Pencarian Bantuan dan Respon Institusi

The increasing prevalence of mental health problems among university students highlights the importance of responsive psychological services. However, research on psychological services in State Islamic Religious Universities (PTKIN) remains limited. This study aimed to explore students' psychological service needs and develop a conceptual model to guide service development in PTKIN. A qualitative multi-site descriptive design was employed. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) involving 31 participants from three PTKINs, comprising 25 students serving as peer counselors, psychology laboratory assistants, and student organization members, and six lecturers with experience in academic mentoring and psychological service development. Data were analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Four themes emerged: (1) characteristics of students' mental health problems, (2) professional help-seeking behavior, (3) institutional responses to psychological service needs, and (4) a conceptual model of psychological service needs. Effective services require accessible and sustainable institutional support, strengthened peer counseling, improved mental health literacy, clear referral pathways, and cross-unit collaboration. The resulting conceptual model provides a contextual framework for developing psychological services in PTKIN.Meningkatnya permasalahan kesehatan mental mahasiswa menegaskan pentingnya layanan psikologis yang responsif. Namun, penelitian mengenai layanan psikologis di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan layanan psikologis mahasiswa dan mengembangkan model konseptual sebagai dasar pengembangan layanan di PTKIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif multisitus. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) dengan 31 partisipan dari tiga PTKIN, terdiri atas 25 mahasiswa yang berperan sebagai konselor sebaya, asisten laboratorium psikologi, dan pengurus organisasi kemahasiswaan, serta enam dosen yang berpengalaman dalam pendampingan akademik dan pengembangan layanan psikologis. Data dianalisis menggunakan enam fase analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menghasilkan empat tema: (1) karakteristik permasalahan kesehatan mental mahasiswa, (2) perilaku pencarian bantuan profesional, (3) respons institusi terhadap kebutuhan layanan psikologis, dan (4) model konseptual kebutuhan layanan psikologis. Layanan yang efektif memerlukan dukungan institusi yang mudah diakses dan berkelanjutan, penguatan konselor sebaya, peningkatan literasi kesehatan mental, sistem rujukan yang jelas, serta kolaborasi antar unit. Model konseptual yang dihasilkan memberikan kerangka kontekstual bagi pengembangan layanan psikologis di PTKIN.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Psikologi Integratif
Published
2026-10-27
DOI
https://doi.org/10.14421/jpsi.v14i2.4043
Primary Topic
Mental Health Treatment and Access
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengembangan Model Layanan Psikologis Terintegrasi bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN): Dinamika Pencarian Bantuan dan Respon Institusi

Ismatul Izzah, Maya Fitria, Lisnawati -
Jurnal Psikologi Integratif
Mental Health Treatment and Access
article

Pengembangan Model Layanan Psikologis Terintegrasi bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN): Dinamika Pencarian Bantuan dan Respon Institusi

Ismatul Izzah, Maya Fitria, Lisnawati -
article en

Abstract

The increasing prevalence of mental health problems among university students highlights the importance of responsive psychological services. However, research on psychological services in State Islamic Religious Universities (PTKIN) remains limited. This study aimed to explore students' psychological service needs and develop a conceptual model to guide service development in PTKIN. A qualitative multi-site descriptive design was employed. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) involving 31 participants from three PTKINs, comprising 25 students serving as peer counselors, psychology laboratory assistants, and student organization members, and six lecturers with experience in academic mentoring and psychological service development. Data were analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Four themes emerged: (1) characteristics of students' mental health problems, (2) professional help-seeking behavior, (3) institutional responses to psychological service needs, and (4) a conceptual model of psychological service needs. Effective services require accessible and sustainable institutional support, strengthened peer counseling, improved mental health literacy, clear referral pathways, and cross-unit collaboration. The resulting conceptual model provides a contextual framework for developing psychological services in PTKIN.Meningkatnya permasalahan kesehatan mental mahasiswa menegaskan pentingnya layanan psikologis yang responsif. Namun, penelitian mengenai layanan psikologis di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan layanan psikologis mahasiswa dan mengembangkan model konseptual sebagai dasar pengembangan layanan di PTKIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif multisitus. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) dengan 31 partisipan dari tiga PTKIN, terdiri atas 25 mahasiswa yang berperan sebagai konselor sebaya, asisten laboratorium psikologi, dan pengurus organisasi kemahasiswaan, serta enam dosen yang berpengalaman dalam pendampingan akademik dan pengembangan layanan psikologis. Data dianalisis menggunakan enam fase analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menghasilkan empat tema: (1) karakteristik permasalahan kesehatan mental mahasiswa, (2) perilaku pencarian bantuan profesional, (3) respons institusi terhadap kebutuhan layanan psikologis, dan (4) model konseptual kebutuhan layanan psikologis. Layanan yang efektif memerlukan dukungan institusi yang mudah diakses dan berkelanjutan, penguatan konselor sebaya, peningkatan literasi kesehatan mental, sistem rujukan yang jelas, serta kolaborasi antar unit. Model konseptual yang dihasilkan memberikan kerangka kontekstual bagi pengembangan layanan psikologis di PTKIN.

Jurnal Psikologi IntegratifVol. 14(2)
Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 7%
Mental Health Treatment and Access
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon