Edukasi Melalui Dongeng Berbantuan Hand Puppet Untuk Meningkatkan Pehamahan Anti Bullying di Sekolah Dasar

Bullying menjadi permasalahan di lingkungan sekolah dasar karena dapat berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Hasil identifikasi awal di SD Negeri 1 Bodesari menunjukkan masih ditemukannya perilaku bullying verbal dan sosial serta keterbatasan pemahaman siswa mengenai dampak dan pencegahan perundungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan bullying melalui dongeng “Persahabatan di Sekolah Rimba Teduh” berbantuan hand puppet. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Bodesari dengan melibatkan siswa kelas I–IV sebagai peserta edukasi, sedangkan evaluasi difokuskan pada 33 siswa kelas III sebagai subjek pengukuran. Metode yang digunakan adalah Service Learning melalui tahapan investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Edukasi dilakukan melalui kegiatan mendongeng, diskusi, dan tanya jawab, sedangkan evaluasi pemahaman dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test dengan analisis statistik deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan persentase skor rata-rata dari 77 persen pada pre-test menjadi 85 persen pada post-test, atau meningkat sebesar 8 persen. Skor pre-test berada pada rentang 26–35, sedangkan skor post-test berada pada rentang 29–40. Siswa juga menunjukkan respons dan antusiasme positif selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa segera setelah edukasi, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas jangka panjang dalam mencegah atau mengurangi perilaku bullying karena penelitian tidak menggunakan uji perbedaan pre-test – post-test dan belum melakukan evaluasi perilaku secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan guru, pembiasaan perilaku saling menghargai, serta evaluasi beberapa minggu atau bulan setelah intervensi untuk mengetahui keberlanjutan perubahan pemahaman dan perilaku siswa.

Authors

Publication Details

Journal
Surya Abdimas
Published
2026-10-27
DOI
https://doi.org/10.37729/sfpvg882
Primary Topic
Bullying, Victimization, and Aggression
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Edukasi Melalui Dongeng Berbantuan Hand Puppet Untuk Meningkatkan Pehamahan Anti Bullying di Sekolah Dasar

Mela Minkhatul Maula, Fanny Septiany Rahayu, Miftahur Rohmah, Maulidia Utami Nuraliyah et al.
Surya Abdimas
Bullying, Victimization, and Aggression
article

Edukasi Melalui Dongeng Berbantuan Hand Puppet Untuk Meningkatkan Pehamahan Anti Bullying di Sekolah Dasar

Mela Minkhatul Maula, Fanny Septiany Rahayu, Miftahur Rohmah, Maulidia Utami Nuraliyah, Mariya Al Qibbtiyah, Maylan Nada
article en

Abstract

Bullying menjadi permasalahan di lingkungan sekolah dasar karena dapat berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Hasil identifikasi awal di SD Negeri 1 Bodesari menunjukkan masih ditemukannya perilaku bullying verbal dan sosial serta keterbatasan pemahaman siswa mengenai dampak dan pencegahan perundungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan bullying melalui dongeng “Persahabatan di Sekolah Rimba Teduh” berbantuan hand puppet. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Bodesari dengan melibatkan siswa kelas I–IV sebagai peserta edukasi, sedangkan evaluasi difokuskan pada 33 siswa kelas III sebagai subjek pengukuran. Metode yang digunakan adalah Service Learning melalui tahapan investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Edukasi dilakukan melalui kegiatan mendongeng, diskusi, dan tanya jawab, sedangkan evaluasi pemahaman dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test dengan analisis statistik deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan persentase skor rata-rata dari 77 persen pada pre-test menjadi 85 persen pada post-test, atau meningkat sebesar 8 persen. Skor pre-test berada pada rentang 26–35, sedangkan skor post-test berada pada rentang 29–40. Siswa juga menunjukkan respons dan antusiasme positif selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa segera setelah edukasi, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas jangka panjang dalam mencegah atau mengurangi perilaku bullying karena penelitian tidak menggunakan uji perbedaan pre-test – post-test dan belum melakukan evaluasi perilaku secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan guru, pembiasaan perilaku saling menghargai, serta evaluasi beberapa minggu atau bulan setelah intervensi untuk mengetahui keberlanjutan perubahan pemahaman dan perilaku siswa.

Surya Abdimas
Openalex Percentile: Top 8%
Bullying, Victimization, and Aggression
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon