Antara Kontribusi dan Pengakuan: Posisi Pemulung dalam Tata Kelola Persampahan Kota Lhokseumawe

Pengelolaan sampah di Kota Lhokseumawe menghadapi kendala kapasitas yang mendorong munculnya pemulung sebagai aktor informal penyelamat lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pemulung, kedudukan sosial mereka, serta bentuk pengakuan dari pemerintah daerah dalam tata kelola persampahan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang dianalisis memakai model interaktif serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menemukan bahwa pemulung memberikan sumbangsih besar melalui pemilahan material bernilai ekonomi dan pemeliharaan kebersihan area penampungan secara mandiri sebagai strategi bertahan hidup. Meskipun Qanun Nomor 9 Tahun 2015 mengamanatkan pemberian subsidi dan penghargaan, pemulung justru hidup dalam kerentanan sosial dan kesehatan tinggi tanpa perlindungan kerja. Ketiadaan pendataan resmi oleh pemerintah membuat kelompok ini mengalami ketidakterlihatan administratif sehingga memutus akses mereka terhadap hak dan bantuan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendataan menyeluruh terhadap pemulung menjadi syarat utama bagi pemerintah untuk mewujudkan perlindungan formal dan keadilan kebijakan publik.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published
2026-10-28
DOI
https://doi.org/10.63822/ae30fa53
Primary Topic
Waste Management and Recycling
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Antara Kontribusi dan Pengakuan: Posisi Pemulung dalam Tata Kelola Persampahan Kota Lhokseumawe

Muryali Muryali, Amisa Humaira, Appen Sartika Solin, Arini Arini et al.
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Waste Management and Recycling
article

Antara Kontribusi dan Pengakuan: Posisi Pemulung dalam Tata Kelola Persampahan Kota Lhokseumawe

Muryali Muryali, Amisa Humaira, Appen Sartika Solin, Arini Arini, Pelita Hati Lima Bersaudara Ambarita, Lira Amelia Damanik
article en

Abstract

Pengelolaan sampah di Kota Lhokseumawe menghadapi kendala kapasitas yang mendorong munculnya pemulung sebagai aktor informal penyelamat lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pemulung, kedudukan sosial mereka, serta bentuk pengakuan dari pemerintah daerah dalam tata kelola persampahan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang dianalisis memakai model interaktif serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menemukan bahwa pemulung memberikan sumbangsih besar melalui pemilahan material bernilai ekonomi dan pemeliharaan kebersihan area penampungan secara mandiri sebagai strategi bertahan hidup. Meskipun Qanun Nomor 9 Tahun 2015 mengamanatkan pemberian subsidi dan penghargaan, pemulung justru hidup dalam kerentanan sosial dan kesehatan tinggi tanpa perlindungan kerja. Ketiadaan pendataan resmi oleh pemerintah membuat kelompok ini mengalami ketidakterlihatan administratif sehingga memutus akses mereka terhadap hak dan bantuan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendataan menyeluruh terhadap pemulung menjadi syarat utama bagi pemerintah untuk mewujudkan perlindungan formal dan keadilan kebijakan publik.

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Malikussaleh University (ID)
Sustainable cities and communities, Responsible consumption and production, Peace, justice, and strong institutions, Reduced inequalities
Openalex Percentile: Top 10%
Waste Management and Recycling
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
Antara Kontribusi dan Pengakuan: Posisi Pemulung dalam Tata Kelola Persampahan Kota Lhokseumawe — Muryali Muryali, Amisa Humaira, et al. · Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (2026) | TGRS Research Map | TGRS