ANALISIS KERJA MESIN RIPPLE MILL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMECAHAN BIJI DI STASIUN KERNEL
Abstract: The ripple mill is a nut-cracking machine at the kernel station of a palm oil mill that determines the quantity and quality of palm kernels. This study aims to analyze the performance and efficiency of a ripple mill at two rotor bar to ripple plate clearances, 8 mm and 5.5 mm, and to compare the results with the mill standard of 96%. The study was carried out at PT Bukit Harapan II through direct observation and literature review. Cracked mixture samples were reduced by quartering to 1000 g, taken once a day for three days at each clearance, and manually sorted into whole nuts, whole kernels, broken kernels, and shell. Efficiency was calculated by subtracting the percentages of whole nuts and broken kernels from 100%. The average efficiency was 86.22% at 8 mm and 96.01% at 5.5 mm. Whole nuts decreased from 5.38% to 1.60% and broken kernels from 8.40% to 2.40%. The 5.5 mm clearance gave better cracking performance and met the standard on average, but not on every sampling day (95.77% on the third day), so the findings need to be confirmed with a larger number of samples. Keyword: ripple mill; nut cracking efficiency; rotor bar clearance; kernel station; ripple plate. Abstrak: Ripple mill merupakan mesin pemecah biji di stasiun kernel pabrik kelapa sawit yang menentukan kuantitas dan kualitas inti sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja dan efisiensi ripple mill pada dua variasi jarak rotor bar ke ripple plate, yaitu 8 mm dan 5,5 mm, serta membandingkannya dengan standar pabrik 96%. Penelitian dilakukan di PT Bukit Harapan II melalui observasi langsung dan studi pustaka. Sampel cracked mixture direduksi dengan metode quartering menjadi 1000 g, diambil satu kali sehari selama tiga hari pada setiap jarak, lalu dipilah secara manual menjadi biji utuh, inti utuh, inti pecah, dan cangkang. Efisiensi dihitung dengan mengurangkan persentase biji utuh dan inti pecah dari 100%. Efisiensi rata-rata sebesar 86,22% pada jarak 8 mm dan 96,01% pada jarak 5,5 mm. Biji utuh turun dari 5,38% menjadi 1,60% dan inti pecah dari 8,40% menjadi 2,40%. Jarak 5,5 mm menghasilkan kinerja pemecahan yang lebih baik dan memenuhi standar secara rata-rata, tetapi belum pada setiap hari pengambilan sampel (95,77% pada hari ketiga), sehingga temuan ini perlu dikonfirmasi dengan jumlah sampel yang lebih banyak. Kata kunci: ripple mill; efisiensi pemecahan biji; jarak rotor bar; stasiun kernel; ripple plate.
Authors
- Rahmadsyah Rahmadsyah
- Moraida Hasanah
- Jonathan Sormin
Institutions
- Universitas Asahan (ID)
Publication Details
- Journal
- JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
- Published
- 2026-10-26
- DOI
- https://doi.org/10.54314/9smr2s22
- Primary Topic
- Agricultural Engineering and Mechanization
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00