IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PRODUK PADA MATERI AKHLAK UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA DI SMAN 1 MAJALENGKA

The development of digital technology requires Islamic Religious Education (IRE) to accommodate students’ diverse potentials and foster creativity, including in Akhlak learning, which is often delivered through conventional approaches. This study aims to describe the planning and implementation of digital technology-based product differentiation, identify the forms and quality of students’ products, analyze the development of creativity, and examine the supporting and inhibiting factors at SMAN 1 Majalengka. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with one IRE teacher and six eleventh-grade students, and documentation of instructional materials and students’ digital works. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that instruction was systematically planned through diagnostic assessment, product choices, and assessment rubrics. Implementation resulted in short films, educational videos, and digital posters that represented students’ understanding of moral values. Creativity was reflected in the development of originality, flexibility, elaboration, and fluency of thinking. Teachers’ technological competence, students’ enthusiasm, and a collaborative learning environment supported implementation, while limited time and technical constraints remained challenges. This study provides practical insights into implementing digital product differentiation to foster creativity in Islamic Religious Education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu mengakomodasi keberagaman potensi siswa dan mengembangkan kreativitas, termasuk pada materi Akhlak yang cenderung disampaikan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi produk berbasis teknologi digital, mengidentifikasi bentuk dan kualitas produk siswa, menganalisis perkembangan kreativitas, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat implementasinya di SMAN 1 Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan satu guru PAI dan enam siswa kelas XI, serta dokumentasi perangkat pembelajaran dan karya digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran direncanakan secara sistematis melalui asesmen diagnostik, pilihan produk, dan rubrik penilaian. Pelaksanaannya menghasilkan film pendek, video edukasi, dan poster digital yang merepresentasikan pemahaman nilai Akhlak. Kreativitas siswa tampak pada perkembangan orisinalitas, keluwesan ide, elaborasi, dan kelancaran berpikir. Kompetensi teknologi guru, antusiasme siswa, serta lingkungan kolaboratif mendukung implementasi, sedangkan keterbatasan waktu dan kendala teknis menjadi hambatan. Penelitian ini memberikan gambaran praktis penerapan diferensiasi produk digital untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam pembelajaran PAI.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Published
2026-10-27
DOI
https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16377
Primary Topic
Education and Islamic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PRODUK PADA MATERI AKHLAK UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA DI SMAN 1 MAJALENGKA

Septi Gumiandari, Muminah Muminah
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Education and Islamic Studies
article

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PRODUK PADA MATERI AKHLAK UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA DI SMAN 1 MAJALENGKA

Septi Gumiandari, Muminah Muminah
article en

Abstract

The development of digital technology requires Islamic Religious Education (IRE) to accommodate students’ diverse potentials and foster creativity, including in Akhlak learning, which is often delivered through conventional approaches. This study aims to describe the planning and implementation of digital technology-based product differentiation, identify the forms and quality of students’ products, analyze the development of creativity, and examine the supporting and inhibiting factors at SMAN 1 Majalengka. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with one IRE teacher and six eleventh-grade students, and documentation of instructional materials and students’ digital works. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that instruction was systematically planned through diagnostic assessment, product choices, and assessment rubrics. Implementation resulted in short films, educational videos, and digital posters that represented students’ understanding of moral values. Creativity was reflected in the development of originality, flexibility, elaboration, and fluency of thinking. Teachers’ technological competence, students’ enthusiasm, and a collaborative learning environment supported implementation, while limited time and technical constraints remained challenges. This study provides practical insights into implementing digital product differentiation to foster creativity in Islamic Religious Education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu mengakomodasi keberagaman potensi siswa dan mengembangkan kreativitas, termasuk pada materi Akhlak yang cenderung disampaikan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi produk berbasis teknologi digital, mengidentifikasi bentuk dan kualitas produk siswa, menganalisis perkembangan kreativitas, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat implementasinya di SMAN 1 Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan satu guru PAI dan enam siswa kelas XI, serta dokumentasi perangkat pembelajaran dan karya digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran direncanakan secara sistematis melalui asesmen diagnostik, pilihan produk, dan rubrik penilaian. Pelaksanaannya menghasilkan film pendek, video edukasi, dan poster digital yang merepresentasikan pemahaman nilai Akhlak. Kreativitas siswa tampak pada perkembangan orisinalitas, keluwesan ide, elaborasi, dan kelancaran berpikir. Kompetensi teknologi guru, antusiasme siswa, serta lingkungan kolaboratif mendukung implementasi, sedangkan keterbatasan waktu dan kendala teknis menjadi hambatan. Penelitian ini memberikan gambaran praktis penerapan diferensiasi produk digital untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam pembelajaran PAI.

EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan KependidikanVol. 6(4)
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (ID)
Quality education
Openalex Percentile: Top 4%
Education and Islamic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon