ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP NILAI JUJURAN DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT NIAS DESA IRAONOLASE KABUPATEN NIAS UTARA

ABSTRACT The jujuran tradition in Nias marriage customs represents an customary practice that reflects respect for families and the preservation of cultural values. The development of educational attainment within the community raises questions about the relationship between education level, cultural understanding, and the determination of jujuran amounts in marriage. This study aims to analyze the relationship between educational attainment and jujuran values in the marriage tradition of the Nias community in Iraonolase Village, North Nias Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that educational attainment is not the sole consideration in determining jujuran amounts. Informants identified customary traditions, family social status, and agreements between families as other factors associated with this practice. Education was also related to community members’ understanding of the meaning and purpose of jujuran, but it did not necessarily change how the tradition was practiced. This study concludes that the determination of jujuran amounts should be understood within the local community’s social and cultural context, taking into account educational attainment and the customary considerations surrounding the practice. ABSTRAK Tradisi jujuran dalam perkawinan masyarakat Nias merupakan praktik adat yang mencerminkan penghormatan terhadap keluarga dan keberlanjutan nilai budaya. Perkembangan pendidikan masyarakat memunculkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara tingkat pendidikan, pemahaman adat, dan penetapan nilai jujuran dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan nilai jujuran dalam tradisi pernikahan masyarakat Nias di Desa Iraonolase, Kabupaten Nias Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukan satu-satunya pertimbangan dalam penetapan nilai jujuran. Keterangan informan mengidentifikasi adat istiadat, status sosial keluarga, dan kesepakatan antarkeluarga sebagai aspek lain yang berkaitan dengan praktik tersebut. Pendidikan juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap makna dan tujuan jujuran, tetapi tidak serta-merta mengubah pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan nilai jujuran perlu dipahami dalam konteks sosial dan budaya masyarakat setempat, dengan memperhatikan keterkaitan pendidikan dan pertimbangan adat yang menyertainya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Published
2026-10-26
DOI
https://doi.org/10.51878/social.v6i4.15259
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP NILAI JUJURAN DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT NIAS DESA IRAONOLASE KABUPATEN NIAS UTARA

Syukur Kasieli Hulu, Amstrong Harefa, Anugerah Tatema Harefa, Onahia Waruwu
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP NILAI JUJURAN DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT NIAS DESA IRAONOLASE KABUPATEN NIAS UTARA

Syukur Kasieli Hulu, Amstrong Harefa, Anugerah Tatema Harefa, Onahia Waruwu
article en

Abstract

ABSTRACT The jujuran tradition in Nias marriage customs represents an customary practice that reflects respect for families and the preservation of cultural values. The development of educational attainment within the community raises questions about the relationship between education level, cultural understanding, and the determination of jujuran amounts in marriage. This study aims to analyze the relationship between educational attainment and jujuran values in the marriage tradition of the Nias community in Iraonolase Village, North Nias Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that educational attainment is not the sole consideration in determining jujuran amounts. Informants identified customary traditions, family social status, and agreements between families as other factors associated with this practice. Education was also related to community members’ understanding of the meaning and purpose of jujuran, but it did not necessarily change how the tradition was practiced. This study concludes that the determination of jujuran amounts should be understood within the local community’s social and cultural context, taking into account educational attainment and the customary considerations surrounding the practice. ABSTRAK Tradisi jujuran dalam perkawinan masyarakat Nias merupakan praktik adat yang mencerminkan penghormatan terhadap keluarga dan keberlanjutan nilai budaya. Perkembangan pendidikan masyarakat memunculkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara tingkat pendidikan, pemahaman adat, dan penetapan nilai jujuran dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan nilai jujuran dalam tradisi pernikahan masyarakat Nias di Desa Iraonolase, Kabupaten Nias Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukan satu-satunya pertimbangan dalam penetapan nilai jujuran. Keterangan informan mengidentifikasi adat istiadat, status sosial keluarga, dan kesepakatan antarkeluarga sebagai aspek lain yang berkaitan dengan praktik tersebut. Pendidikan juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap makna dan tujuan jujuran, tetapi tidak serta-merta mengubah pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan nilai jujuran perlu dipahami dalam konteks sosial dan budaya masyarakat setempat, dengan memperhatikan keterkaitan pendidikan dan pertimbangan adat yang menyertainya.

SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPSVol. 6(4)
Universitas Nias (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon